5.4.5 Respiratory Synctial Virus (RSV)

Ribavirin (tribavirin) menghambat virus DNA dan RNA. Obat ini digunakan secara inhalasi untuk terapi bronkiolitis berat yang disebabkan oleh respiratory synctial virus (RSV) pada bayi, terutama bila penderita mengalami penyakit berat lainnya. Namun, belum ada bukti manfaat klinik yang cukup untuk mendukung penggunaan ribavirin pada RSV bronkiolitis. Ribavirin diberikan secara oral dengan peginterferon alfa atau interferon alfa untuk mengatasi infeksi hepatitis C kronis (lihat bagian virus hepatitis).

Monografi: 

RIBAVIRIN

Indikasi: 

mengobati Hepatitis C kronis dalam kombinasi dengan interferon alfa 2b; bronkiolitis berat karena respiratory synctial virus (RSV) pada bayi dan anak-anak.

Peringatan: 

Khusus untuk penggunaan inhalasi: terapi supportif cairan dan pernafasan harus dikontrol dengan baik, monitor elektrolit dengan ketat. Khusus untuk penggunaan sediaan oral: harus menghindari terjadinya kehamilan setelah 4 bulan pengobatan pada wanita dan setelah 7 bulan pada laki-laki (ribavirin diekskresikan pada semen/cairan sperma). Harus dilakukan pemeriksaan EKG sebelum dan selama pengobatan pada pasien penyakit jantung. Pengobatan dihentikan jika kondisi EKG memburuk. Hati-hati pada pasien gout; Harus dilakukan pemeriksaan hematologi lengkap, fungsi hati dan asam urat sebelum pengobatan dan kemudian pada minggu ke-2 dan ke-4. Dosis disesuaikan jika terjadi efek samping atau terjadi abnormalitas pada hasil laboratorium.

Kontraindikasi: 

Hamil dan menyusui, penyakit jantung parah, hemoglobinopati, gangguan ginjal, disfungsi hati parah, atau sirosis dekompensasi, penyakit otoimun, ada riwayat penyakit jiwa.

Efek Samping: 

Lemas, sakit kepala, gejala seperti flu, mual, insomnia, menggigil, anoreksia, mialgia, depresi, dispnea, faringitis, iritabilitas.

Dosis: 

Tidak efektif sebagai monoterapi untuk pengobatan Hepatitis C. Harus dikombinasi dengan interferon alfa-2b (3 MIU, 3 kali seminggu) Dosis oral: 1000-1200 mg per hari dalam 2 dosis terbagi (pagi dan malam), dalam kombinasi dengan larutan injeksi interferon alfa-2b selama 24-48 minggu untuk pasien yang belum mendapat pengobatan atau selama 24 minggu untuk pasien kambuhan. Dosis ribavirin tergantung berat badan pasien; Berat badan kurang dari atau sama dengan 75 kg: 1000 mg per hari dengan cara 400 mg pagi hari dan 600 mg malam hari. Berat badan > 75 kg: 1200 mg per hari dengan cara 2 kali 600 mg.