5.4.4 Virus Influenza dan Flu Burung

Keterangan mengenai imunisasi terhadap influenza, lihat bagian 14.4. Oseltamivir mengurangi replikasi virus influenza A dan influenza B dengan cara menghambat neuraminidase virus. Obat ini paling efektif mengatasi influenza bila penggunaannya dimulai dalam beberapa jam setelah mulai munculnya gejala. Obat ini disetujui penggunaannya dalam waktu 48 jam setelah gejala pertama muncul. Obat ini dapat mengurangi lamanya gejala selama kurang lebih 1-1,5 hari. Pada penderita influenza yang memiliki risiko komplikasi serius efek oseltamivir terhadap lamanya perawatan atau mortalitas belum diketahui.

Flu burung (Avian influenza) adalah penyakit menular akut yang disebabkan oleh virus influenza tipe A sub tipe H5N1, yang pada umumnya menyerang unggas, dan dapat juga menular dari unggas ke manusia. Gejala yang ditimbulkan sama seperti flu biasa, ditandai dengan demam mendadak (suhu ≥ 38oC), batuk, pilek, sakit tenggorokan, sesak, sakit kepala, malaise, muntah, diare dan nyeri otot.

Obat yang direkomendasi oleh WHO untuk kasus yang diduga flu burung adalah oseltamivir. Pemberian oseltamivir harus mengikuti sistem skoring sebagaimana tercantum pada table 5.8.

Tabel 5.8 Sistem Skoring Sebagai Dasar

Pemberian Oseltamivir

Gejala klinis/Lab

Skor

Gejala & Riwayat epidemiologi

1

2

Suhu

< 38oC

≥ 38oC

Frekuensi pernafasan

 N

> N

Ronki

Tidak Ada

 ada

Leukopeni

Tidak Ada

ada

Kontak

Tidak Ada

ada

Jumlah

 

 

Keterangan:
• Kriteria pemberian oseltamivir:
    Skor 6-7: evaluasi 24jam, apabila meningkat >7 diberikan oseltamivir
    Skor > 7: diberikan oseltamivir

• Batasan frekuensi pernafasan di atas normal berdasarkan usia, yaitu:

< 2 bulan : ≥ 60 x/menit
2 bln - < 12 bln : ≥ 50 x/menit
≥ 1 th - < 5 th : ≥ 40 x/menit
5 th – 12 th  : ≥ 30 x/menit
≥ 13 th   : ≥ 20 x/menit

• Nilai leukosit normal yaitu: 5.000–10.000

• Pada fasilitas kesehatan yang tidak memiliki sarana untuk pemeriksaan laboratorium sederhana/ leukosit maka pasien dianggap sebagai leukopeni (skor 2)

Oseltamivir tidak direkomendasikan untuk profilaksis dan pemberiannya harus dilakukan oleh dokter.

Monografi: 

OSELTAMIVIR

Indikasi: 

Terapi influenza pada dewasa dan anak usia 1 tahun atau lebih yang memiliki gejala influenza tipika, bila virus influnza sedang bersirkulasi dalam lingkungan. Oseltamivir dapat juga digunakan untuk mencegah terjadinya influenza pada dewasa dan anak di atas 13 tahun.

Peringatan: 

gangguan fungsi ginjal, wanita hamil (Lampiran 4), wanita menyusui (Lampiran 5).

Kontraindikasi: 

hipersensitif.

Efek Samping: 

nausea, muntah, sakit perut, dispepsia, diare, sakit kepala, lelah, insomnia, pusing, conjungtivitis, epistaksis, ruam; jarang reaksi hipersensitif; sangat jarang hepatitis, sindroma Steven-Johnson.

Dosis: 

untuk terapi influenza dan flu burung, 75 mg dua kali sehari selama 5 hari. Untuk anak di atas 1 tahun digunakan oseltamivir suspensi, 2 mg/kg bb; Berat badan 15 kg atau kurang, 30 mg tiap 12 jam, berat badan 15 – 23 kg, 45 mg setiap 12 jam, berat badan 23 – 40 kg, 60 mg tiap 12 jam. Untuk anak dengan berat di atas 40 kg, diberikan dosis yang sama dengan dewasa. Untuk pencegahan influenza, dewasa dan remaja di atas 13 tahun, 75 mg sekali sehari sekurang-kurangnya selama 7 hari untuk profilaksis pasca terjadinya infeksi; sampai dengan 6 pekan selama epidemik.