5.4.2.2 Sitomegalovirus

Rekomendasi untuk terapi rumatan infeksi sitomegalovirus yang optimal dan lamanya terapi tergantung pada perubahan yang cepat.

Gansiklovir terkait dengan asiklovir, namun gansiklovir lebih aktif terhadap sitomegalovirus dan bersifat lebih toksik. Oleh karena itu obat ini hanya digunakan bila manfaat lebih besar dari risikonya. Gansiklovir diberikan melalui infus intravena untuk terapi awal retinitis sitomegalovirus. Gansiklovir menyebabkan depresi sumsum tulang yang serius bila diberikan bersama zidovudin. Pemberian kedua obat ini secara bersamaan sebaiknya dihindarkan, terutama pada fase awal pengobatan dengan gansiklovir. Kemungkinan terjadinya resistensi gansiklovir meningkat pada pasien dengan jumlah virus tinggi atau pasien yang menerima terapi jangka panjang. Resistensi silang terhadap sidofovir sering terjadi.

Valasiklovir diindikasikan untuk pencegahan infeksi sitomegalovirus pasca transplantasi ginjal, termasuk untuk anak di atas usia 12 tahun.

Valgansiklovir merupakan ester dari gansiklovir yang diindikasikan untuk terapi awal dan terapi pemeliharaan retinitis sitomega- lovirus pada pasien AIDS. Valgansiklovir juga digunakan untuk mencegah penyakit sitomegalovirus pasca transplantasi organ dari donor yang positif sitomegalovirus.

 

Monografi: 

GANSIKLOVIR

Indikasi: 

infeksi sitomegalovirus yang mengancam jiwa atau mengancam fungsi penglihatan pada pasien dengan defisiensi imun; pencegahan sitomegalovirus selama pengobatan dengan imunosupresan pasca transplantasi organ.

Peringatan: 

lakukan pengawasan ketat hitung sel darah; riwayat sitopenia, trombositopenia; penggunaan bersama imunosupresan atau obat yang menghambat pertumbuhan sel yang cepat; potensial karsinogen dan teratogen; gangguan fungsi ginjal (harus minum air yang cukup); data pada anak sangat terbatas (kemungkinan risiko karsinogenik atau toksik terhadap sistem reproduksi pada pemberian jangka panjang tidak untuk infeksi sitomegalovirus pada neonatus atau infeksi kongenital).

Interaksi: 

lihat keterangan di atas dan Lampiran 1 (gansiklovir).

Kontraindikasi: 

kehamilan (gunakan kontrasepsi selama dan sampai 90 hari setelah pengobatan); ibu menyusui (sampai 72 jam setelah dosis terakhir); hipersensitivitas terhadap asiklovir atau gansiklovir; netropenia, trombositopenia.

Efek Samping: 

Paling sering leukopenia dan trombositopenia. Lebih jarang, anemia, pansitopenia, demam, ruam, gangguan fungsi hati, menggigil, udem, lesu, mual, muntah; ulkus mulut, dispepsia disfagia, diare, anoreksia, perdarahan saluran cerna, sakit perut, sakit dada; aritmia, hipertensi, hipotensi, tromboflebitis dalam, migrain, vasodilatasi; dispneu, psikosis, bingung, gangguan mood, mulut kering, mengantuk, ataksia, parestesia, tremor, sakit kepala, koma, eosinofilia, hipoglikemia; hematuria, peningkatan kreatinin dan ureum serum, nyeri payudara, polakisuria infeksi saluran kemih, aspermatogenesis; miastenia, mialgia; gangguan pengecapan dan penglihatan, tuli; ablasio retina pada pasien AIDS dengan retinitis; alopesia, akne, pruritus, urtikaria. Radang lokal, nyeri dan flebitis pada tempat suntikan.

Dosis: 

infus intravena selama 1 jam, Terapi awal 5 mg/kg bb tiap 12 jam selama 14-21 hari (7-14 hari untuk profilaksis); Lanjutan, 6 mg/kg bb 5 hari dalam seminggu, atau 5 mg/kg bb/hari tiap hari; bila retinitis berlanjut, terapi awal mungkin perlu diulangi.Pengobatan pemeliharaan untuk pasien AIDS. Oral (didahului oleh gansiklovir intravena selama paling kurang 3 minggu) 1 gram tiga kali sehari bersama makanan, atau 500 mg 6 kali sehari bersama makanan.

VALGANSIKLOVIR (PRO-DRUG DARI GANSIKLOVIR)

Indikasi: 

pengobatan induksi dan perawatan dari sitomegalovirus retinitis pada pasien AIDS; pencegahan penyakit sitomegalovirus yang disebabkan transplantasi organ padat dari donor yang positif menderita sitomegalovirus.

Peringatan: 

lihat pada gansiklovir; Peringatan dalam memegang. Valgansiklovir adalah karsinogen dan teratogen yang potensial dan peringatan ditujukan dalam memegang tablet yang patah; jika patahan tablet kontak langsung dengan kulit atau mukosa, cuci segera dengan air.

Efek Samping: 

lihat pada gansiklovir.

Dosis: 

Sitomegalovirus retinitis, induksi, 900 mg dua kali sehari selama 21 hari kemudian 900 mg sekali sehari; regimen induksi dapat diulang jika retinitis membaik. Pencegahan penyakit sitomegalovirus yang disebabkan transplantasi organ padat (dimulai dalam 10 hari setelah transplantasi), 900 mg sekali sehari selama 100 hari. ANAK dan REMAJA tidak direkomendasikan.

Catatan: 

valgansiklovir oral 900 mg dua kali sehari ekivalen dengan gansiklovir intravena 5 mg/kg bb dua kali sehari.