5.1.8.6 Linezolid

Linezolid, merupakan antibakteri oksazolidinon, yang aktif terhadap bakteri Gram positif termasuk MRSA dan VRE (Vancomycin Resistant Enterococci). Resistensi terhadap linezolid dapat muncul pada terapi yang lama atau jika dosis yang digunakan kurang dari dosis yang dianjurkan. Linezolid hanya dicadangkan untuk infeksi yang resisten terhadap antibakteri lain atau bila antibakteri lain tidak dapat ditoleransi. Linezolid kurang aktif dalam mengatasi organisme Gram negatif. Informasi penggunaan pada anak masih terbatas.

Monografi: 

LINEZOLID

Indikasi: 

untuk terapi infeksi-infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme yang peka. Juga diindikasikan untuk terapi MRSA dan VRE infeksi yang disebabkan oleh bakteri Gram positif yaitu pneumonia nosokomial, infeksi kulit dan jaringan lunak yang complicated, tanpa concomitant osteomyelitis. Belum ada studi untuk pengobatan luka dekubitus. Linezolid hanya boleh digunakan dalam lingkungan rumah sakit dan setelah konsultasi dengan dokter spesialis yang relevan. Monoterapi linezolid tidak direkomendasikan jika diduga atau diketahui patogen Gram negatif konkomitan. Pertimbangan harus diberikan berdasarkan panduan penggunaan antibakteri yang sesuai. Untuk menurunkan terjadinya resistensi bakteri terhadap obat dan mempertahankan efektivitas linezolid dan antibakteri lain, linezolid harus diberikan hanya untuk terapi infeksi yang sudah terbukti atau diduga kuat disebabkan oleh bakteri yang peka. Jika kultur bakteri dan informasi kepekaan tersedia, harus dijadikan pertimbangan dalam pemilihan atau modifikasi terapi antibakteri.

Peringatan: 

pemantauan pemeriksaan darah lengkap (termasuk jumlah platelet) setiap minggu; kecuali dimungkinkan pengamatan seksama dan pemantauan ketat tekanan darah, hindari penggunaan pada hipertensi yang tidak terkontrol, phaeo-chromocytoma, tumor karsinoid, tirotoksikosis, depresi bipolar, skizofrenia, acute confusion state, gangguan hati; gangguan ginjal (lampiran 3), kehamilan (lampiran 2).

Telah dilaporkan gangguan hematopoetik (trombositopenia, anemia, leukopenia dan pansitopenia). Direkomendasikan untuk memantau secara ketat pemeriksaan darah lengkap setiap minggu. Pemantauan ketat direkomendasikan pada pasien yang menerima terapi lebih dari 10-14 hari, sebelumnya telah mengalami myelosuppression, menerima obat yang menyebabkan efek samping terhadap hemoglobin, gangguan darah, fungsi platelet, gangguan ginjal berat. Jika terjadi myelosuppression yang berat, terapi harus dihentikan kecuali sangat diperlukan dan harus diikuti dengan pemantauan ketat pemeriksaan darah dan disiapkan penatalaksanaan yang tepat dalam mengatasinya.

Interaksi: 

Lampiran 1 Penghambat MAO Penghambatan Monoamine oxidase. Linezolid merupakan monoamine oxidase inhibitor (Penghambat MAO) yang reversibel dan tidak selektif. Pasien sebaiknya menghindari makanan yang banyak mengandung tiramin seperti keju, ekstrak ragi, minuman beralkohol dan produk kedelai yang difermentasi. Linezolid jangan digunakan bersamaan dengan Penghambat MAO yang lain (SSRI, antagonis 5 HT1 (triptan), antidepresan trisiklik, simpatomimetik, dopaminergik, buspiron, petidin, analgesik opioid) atau pemberian Penghambat MAO yang lain dihentikan selama 2 minggu. Hal ini dapat dilakukan jika memungkinkan dilakukan monitor secara ketat terhadap tekanan darah.

Kontraindikasi: 

menyusui (lampiran 4), lihat keterangan tentang penghambat MAO.

Efek Samping: 

diare (dilaporkan kolitis karena antibiotik), mual, muntah, gangguan pengecapan, sakit kepala; jarang, rasa haus, mulut kering, glositis, stomatitis, tongue discoloration, nyeri lambung, dispepsia, gastritis, konstipasi, pankreatitis, hipertensi, demam, fatigue, pusing, insomnia, hipoestesia, paraestesia, tinitus, poliuria, anemia, leukopenia, trombositopenia, eosinofilia, gangguan keseimbangan elektrolit, penglihatan kabur, ruam, pruritus, diaforesis dan reaksi lokasi injeksi; sangat jarang, transient ischaemic attacks, gagal ginjal, pansitopenia dan sindrom Stevens-Johnson, neuropati optik dan perifer dilaporkan pada terapi yang lama. Dosis: Oral, Dewasa di atas usia 18 tahun, 600 mg setiap 12 jam selama 10-14 hari. Injeksi intravena selama 30-120 menit, Dewasa di atas 18 tahun, 600 mg setiap 12 jam.