4.9 Parkinsonisme dan Gangguan Sejenis

4.9.1 Dopaminergik
4.9.2 Antimuskarinik
4.9.3 Obat untuk tremor, khorea, tiks, dan gangguan sejenis

 Pada penyakit Parkinson yang idiopatik terjadi proses degenerasi yang progresif neuron berpigmen dalam subtansia nigra, akhirnya menyebabkan defisiensi neurotransmitter dopamin. Hal ini menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan neurokemikal di ganglia basalis, yang menimbulkan tanda khusus dan gejala penyakit Parkinson. Terapi obat tidak mencegah perkembangan penyakit, namun dapat meningkatkan kualitas hidup pasien.

Sebelum memulai pengobatan, pasien sebaiknya diberikan informasi mengenai keterbatasan efektifitas obat dan efek samping yang mungkin muncul. Sekitar 5-10% pasien dengan penyakit Parkinson memberikan respons buruk terhadap terapi.

Gejala yang menggambarkan penyakit Parkinson dapat muncul pada penyakit seperti supranuklear palsy yang progresif dan atrofi multipel sistem. Namun penyakit di atas biasanya tidak memberikan respon terhadap terapi yang digunakan untuk mengatasi penyakit Parkinson idiopatik.

Lansia. Obat antiparkinson dapat menyebabkan kondisi kebingungan pada pasien lansia. Karena itu pemberian obat ini sebaiknya dimulai dengan dosis rendah dan dosis ditingkatkan secara bertahap.