Topiramat

Topiramat dapat diberikan tunggal atau sebagai terapi tambahan untuk kejang tonik-klonik umum atau kejang fokal (partial) dengan atau tanpa generalisasi sekunder. Dapat digunakan sebagai terapi tambahan pada kejang yang terkait dengan sindroma Lennox-Gastaut. Topiramat juga digunakan sebagai profilaksis migrain (Bagian 4.7.4.2).

Monografi: 

TOPIRAMAT

Indikasi: 

Sebagai monoterapi pada pasien yang baru didiagnosa epilepsi atau untuk konversi menjadi monoterapi pada pasien epilepsi, sebagai terapi tambahan pada anak (> 2 tahun) dan dewasa dengan kejang parsial / primary generalized epilepsi, sebagai terapi tambahan pada anak dan dewasa untuk kejang terkait Lennox Gastaut Syndrome.

Peringatan: 

Hindari pemutusan obat secara mendadak. Pastikan hidrasi yang cukup (terutama jika ada kecenderungan terhadap nefrolitiasis atau melakukan aktivitas yang berat atau pada kondisi lingkungan yang hangat; hindari pada porfiria; kehamilan (lihat keterangan di atas dan lampiran 4); gangguan fungsi hati; gangguan fungsi ginjal (lampiran 3).

Kontraindikasi: 

Menyusui (lampiran 5).

Efek Samping: 

Mual, sakit perut, penurunan berat badan, anoreksia, paraestesi, hipoestesi, sakit kepala, lelah, pusing, insomnia, mengganggu ingatan dan konsentrasi, ansietas, depresi, gugup, suasana hati tidak stabil, mengurangi keringat terutama pada anak-anak (jarang terjadi), asidosis metabolik.Terapi tambahan: agitasi umum, ataksia, astenia, kebingungan, gangguan berbicara, gangguan kesadaran, gangguan penglihatan, juga meningkatkan salivasi, hiperkinesia dan ganguan kepribadian pada anak-anak, gangguan mengecap, inkoordinasi, reaksi psikotik termasuk halusinasi, lekopenia.

Dosis: 

Monoterapi, dosis awal 25 mg setiap hari pada malam hari selama 1 minggu, kemudian ditingkatkan bertahap sebanyak 25-50 mg per hari dengan interval 1-2 minggu yang diberikan dalam 2 dosis terbagi; dosis lazim 100 mg per hari dalam 2 dosis terbagi, maksimum 500 mg per hari. Anak-anak umum 6-16 tahun, dosis awal 0,5-1 mg/kg bb per hari pada malam hari untuk seminggu pertama kemudian dinaikkan bertahap sebanyak 0,5-1 mg/kg bb per hari dengan interval 1-2 minggu, dibagi dalam 2 dosis terbagi. Dosis lazim 3-6 mg/kg bb per hari dalam 2 dosis terbagi; maksimum 16 mg/kg bb per hari.
Terapi tambahan, dosis awal 25- 50 mg per hari selama satu minggu pertama, kemudian dinaikkan secara bertahap sebanyak 25-50 mg per hari dalam 2 dosis terbagi, pada interval 1-2 minggu; dosis lazim 200-400 mg per hari dalam 2 dosis terbagi; maksimum 800 mg per hari. Anak-anak > 2 tahun, 5-9 mg/kg bb/hari dalam 2 dosis terbagi. Titrasi dosis dimulai pada 25 mg per hari (atau lebih kecil sesuai dengan interval 1-3 mg/kg bb/hari) pada malam hari selama satu minggu pertama, kemudian dinaikkan bertahap 1-3 mg/kg bb per hari pada interval 1-2 minggu dibagi dalam 2 dosis terbagi.
Catatan : jika pasien tidak dapat mentoleransi regimen titrasi yang direkomendasikan, maka peningkatan dosis yang lebih kecil atau interval yang lebih lama antara tahapan-tahapan dosisnya, dapat digunakan.