4.5 Obesitas

4.5.1 Anti obesitas yang bekerja pada saluran cerna

4.5.2 Penekan nafsu makan yang bekerja sentral

Obesitas dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan termasuk penyakit kardiovaskular, diabetes mellitus, batu empedu dan osteoartritis. Depresi, masalah psikososial lainnya dan beberapa obat adalah faktor-faktor yang dapat memperburuk obesitas. Terapi utama untuk obesitas adalah diet yang sesuai, pasien diberi penjelasan cara diet secara jelas dan berikan dukungan yang maksimal, serta sarankan agar meningkatkan aktivitas fisik.

Berhenti merokok (sementara berat badan belum turun) dapat bermanfaat sebelum mencoba program penurunan berat badan, karena risiko merokok dapat lebih berbahaya dibandingkan obesitas. Bergabung dalam suatu kelompok dapat banyak membantu pasien.

Obesitas berat sebaiknya diterapi di suatu pusat penurunan berat badan yang memiliki staf terlatih. Pasien sebaiknya mendapatkan saran tentang diet dan modifikasi gaya hidup, serta sebaiknya dimonitor untuk semua perubahan pada berat badan, tekanan darah, dan kondisi lain yang terkait.

Obat anti obesitas hanya boleh diberikan bagi individu yang memiliki indeks masa tubuh (IMT) 30 kg/m2 atau lebih (IMT atau Body Mass Index adalah berat badan seseorang dibagi dengan kuadrat tinggi badan dalam m2) yang setelah minimal 3 bulan menjalankan diet, modifikasi perilaku dan olah raga, namun gagal mencapai penurunan berat badan yang wajar. Jika ada faktor risiko (seperti diabetes melitus, penyakit jantung koroner, hipertensi, dan obstructive sleep apnoea), obat ini sesuai untuk diresepkan walaupun individuyang bersangkutan memiliki IMT 27 kg/m2. Obat tidak boleh digunakan sebagai elemen tunggal dari penanganan obesitas. Pasien sebaiknya dimonitor secara teratur, pengobatan sebaiknya dihentikan bila penurunan berat badan kurang dari 5% setelah 12 minggu pertama atau pasien kembali mengalami kenaikan berat badan selama dalam pengobatan.

Masih sedikit bukti sebagai panduan untuk memilih diantara kedua obat tersebut, namun orlistat lebih sesuai bagi mereka yang memiliki asupan lemak yang tinggi. Yang perlu diperhatikan dan dijadikan pertimbangan adalah kontraindikasi dan efek samping dari kedua obat ini.

Terapi kombinasi menggunakan kedua obat anti obesitas ini dikontraindikasikan hingga tersedia informasi terbaru mengenai efikasi dan keamanan penggunaan jangka panjang. Hormon tiroid tidak termasuk ke dalam terapi obesitas kecuali pasien telah secara biokimia terbukti mengalami hipotiroid. Penggunaan diuretik, korionik gonadotropin, atau amfetamin tidak tepat untuk penurunan berat badan.