Benzodiazepin

Benzodiazepin diindikasikan untuk pengobatan jangka pendek pada ansietas berat tetapi penggunaan jangka panjang sebaiknya dihindari. Diazepam, alprazolam, klordiazepoksid dan klobazam memiliki aksi kerja lambat. Golongan yang memiliki masa kerja yang lebih pendek seperti lorazepam dan oksazepam dapat digunakan pada pasien dengan gangguan fungsi hati, tetapi memiliki risiko yang besar terhadap munculnya gejala putus obat.
Pada panic disorder (dengan atau tanpa agoraphobia) yang resisten terhadap pengobatan dengan antidepresan, benzodiazepin dapat digunakan sebagai terapi tambahan jangka pendek pada awal pengobatan dengan antidepresan untuk mencegah memburuknya gejala.
Diazepam atau lorazepam sangat jarang digunakan secara intravena untuk mengontrol serangan panik. Cara pemberian ini memang tercepat tetapi bukan tanpa risiko dan hanya boleh digunakan jika alternatif lain telah gagal. Pemberian secara intramuskular tidak memberikan efek yang lebih baik dibandingkan dengan pemberian secara oral.

Monografi: 

ALPRAZOLAM

Indikasi: 

Ansietas, campuran ansietas-depresi, dan gangguan panik (pemakaian jangka pendek).

Peringatan: 

Lihat pada Diazepam. Belum ada bukti manfaat untuk depresi karena psikosis, gangguan bipolar, atau “depresi endogen”. Dapat terjadi ketergantungan. Harus hati-hati meresepkan obat ini pada pasien yang mempunyai kecenderungan penyalahgunaan obat.

Interaksi: 

Lihat pada Diazepam.

Kontraindikasi: 

Lihat pada Diazepam.

Efek Samping: 

Lihat pada Diazepam.

Dosis: 

Untuk ansietas: dosis dimulai dengan 0,75-1,5 mg sehari, diberikan dalam dosis terbagi. Untuk gangguan panik: 0,5-1 mg diberikan menjelang tidur atau 0,5 mg 3x sehari. Pada pasien usia lanjut: 0,5 sampai 0,75 mg sehari diberikan dalam dosis terbagi. Anak tidak direkomendasikan.

BROMAZEPAM

Indikasi: 

ansietas (penggunaan jangka pendek).

Peringatan: 

lihat Diazepam.

Kontraindikasi: 

lihat Diazepam.

Efek Samping: 

lihat Diazepam.

Dosis: 

3-18 mg/hari, dosis terbagi. LANSIA atau debil dosis setengah dosis dewasa, Maksimal 60 mg/hari dosis terbagi (kecuali pada pasien rawat inap).

DIAZEPAM

Indikasi: 

Pemakaian jangka pendek pada ansietas atau insomnia, tambahan pada putus alkohol akut, status epileptikus, kejang demam, spasme otot.

Peringatan: 

Dapat mengganggu kemampuan mengemudi atau mengoperasikan mesin, hamil, menyusui, bayi, lansia, penyakit hati dan ginjal, penyakit pernapasan, kelemahan otot, riwayat penyalahgunaan obat atau alkohol, kelainan kepribadian yang nyata, kurangi dosis pada lansia dan debil, hindari pemakaian jangka panjang, peringatan khusus untuk injeksi intravena, porfiria.

Interaksi: 

lihat Lampiran 1 (hipnotik dan ansiolitik).

Kontraindikasi: 

depresi pernapasan, gangguan hati berat, miastenia gravis, insufisiensi pulmoner akut, kondisi fobia dan obsesi, psikosis kronik, glaukoma sudut sempit akut, serangan asma akut, trimester pertama kehamilan, bayi prematur; tidak boleh digunakan sendirian pada depresi atau ansietas dengan depresi.

Efek Samping: 

mengantuk, kelemahan otot, ataksia, reaksi paradoksikal dalam agresi, gangguan mental, amnesia, ketergantungan, depresi pernapasan, kepala terasa ringan hari berikutnya, bingung. Kadang-kadang terjadi: nyeri kepala, vertigo, hipotensi, perubahan salivasi, gangguan saluran cerna, ruam, gangguan penglihatan, perubahan libido, retensi urin, dilaporkan juga kelainan darah dan sakit kuning, pada injeksi intravena terjadi: nyeri, tromboflebitis dan jarang apneu atau hipotensi.

Dosis: 

oral: ansietas 2 mg 3 kali/hari, dinaikkan bila perlu sampai 15-30 mg/hari dalam dosis terbagi. Untuk LANSIA atau debil dosis setengahnya. Insomnia yang disertai ansietas 5-15 mg sebelum tidur. Injeksi intramuskular atau injeksi intravena lambat (kedalam vena yang besar dengan kecepatan tidak lebih dari 5 mg/menit) untuk ansietas akut berat, pengendalian serangan panik akut, dan putus alkohol akut: 10 mg diulangi bila perlu setelah tidak kurang dari 4 jam. Infus intravena lihat 4.8.1. Dengan melalui Rektal sebagai larutan untuk ansietas akut dan agitasi: 10 mg (lansia 5 mg) diulang setelah lima menit bila perlu. Untuk ansietas apabila pemberian oral tidak dapat dilakukan obat diberikan melalui rektum sebagai supositoria: 10-30 mg (dosis lebih tinggi terbagi).

KALIUM KLORAZEPAT

Indikasi: 

ansietas (penggunaan jangka pendek).

Peringatan: 

lihat Diazepam.

Kontraindikasi: 

lihat Diazepam.

Efek Samping: 

lihat Diazepam.

Dosis: 

7,5-22,5 mg/hari dalam dosis terbagi 2-3 kali atau dosis tunggal 15 mg sebelum tidur. LANSIA atau debil setengah dosis dewasa. ANAK tidak dianjurkan.

KLOBAZAM

Indikasi: 

Ansietas (penggunaan jangka pendek).

Peringatan: 

Lihat Diazepam.

Kontraindikasi: 

Lihat Diazepam.

Efek Samping: 

Lihat Diazepam.

Dosis: 

Ansietas: 20-30 mg/hari dalam dosis terbagi atau dosis tunggal sebelum tidur, dinaikkan pada ansietas yang berat (pasien rawat inap) sampai dosis maksimal 60 mg/ hari dalam dosis terbagi. LANSIA atau debil 10-15 mg/hari. ANAK: di atas 3 tahun, tidak lebih dari setengah dosis dewasa.

KLORDIAZEPOKSID

Indikasi: 

ansietas (penggunaan jangka pendek), tambahan pada putus obat alkohol akut.

Peringatan: 

lihat Diazepam.

Kontraindikasi: 

lihat Diazepam.

Efek Samping: 

lihat Diazepam.

Dosis: 

ansietas: 10 mg 3 kali sehari dinaikkan bila perlu sampai 60-100 mg/hari dosis terbagi. LANSIA atau debil setengah dosis dewasa. ANAK: tidak dianjurkan.

LORAZEPAM

Indikasi: 

penggunaan jangka pendek pada ansietas atau insomnia, status epileptikus (4.8.2), prabedah (15.1.4.1).

Peringatan: 

lihat Diazepam.

Kontraindikasi: 

lihat Diazepam.

Efek Samping: 

lihat Diazepam.

Dosis: 

oral: ansietas 14 mg/hari dosis terbagi. Lansia atau debil setengah dosis dewasa. Insomnia yang berkaitan dengan ansietas, 12 mg sebelum tidur.ANAK tidak dianjurkan. Injeksi intramuskular atau injeksi intravena lambat (ke dalam vena yang besar); serangan panik akut 25-30 mcg/kg bb, diulangi setiap 6 jam bila perlu. ANAK tidak dianjurkan.