Zolpidem dan zopiklon

Zolpidem dan zopiklon termasuk hipnotik non-benzodiazepin tetapi bekerja pada reseptor benzodiazepin. Zolpidem dan zopiklon memiliki durasi kerja yang pendek. Kedua obat tersebut tidak diperbolehkan digunakan untuk jangka waktu yang panjang. Dilaporkan terjadi ketergantungan pada sejumlah kecil pasien.

Monografi: 

ZOLPIDEM TARTRAT

Indikasi: 

pengobatan insomnia jangka pendek (hingga 4 minggu).

Peringatan: 

Pengobatan gejala insomnia sebaiknya diawali dengan evaluasi terlebih dahulu terhadap pasien karena dapat menyebabkan gangguan tingkah laku dan berpikir; depresi SSP; tidak dianjurkan mengemudi atau menjalankan mesin selama pemakaian riwayat penyalahgunaan obat atau alkohol, gangguan fungsi hati (hindari jika parah), gangguan fungsi ginjal, lansia, hindari penggunaan jangka panjang (dan pemutusan obat secara mendadak).

Interaksi: 

lihat lampiran 1.

Kontraindikasi: 

obstructive sleep apnoea, depresi pernapasan akut atau parah, miastenia gravis, gangguan fungsi hati yang parah, sakit psikosis, kehamilan (lampiran 4), menyusui (lampiran 5).

Efek Samping: 

Diare, nausea, muntah, vertigo, pusing, sakit kepala, mengantuk, astenia, amnesia, ketergantungan, gangguan ingatan, mimpi buruk, noctural restlessness, depresi, bingung, gangguan persepsi atau diplopia, tremor, ataksia, reaksi kulit, mudah terjatuh, perubahan libido, efek paradoksikal- lihat Bab 4.1.

Dosis: 

Dosis zolpidem bersifat individual. Dosis yang direkomendasikan untuk dewasa: 10 mg segera sebelum tidur. Pada orang tua atau debilitated patients lebih sensitif terhadap efek zolpidem tartrat. Pada pasien dengan insufisiensi hepatik, bersihan obat tidak secepat pada orang normal. Dosis awal 5 mg dianjurkan untuk pasien tersebut. Dosis total zolpidem tidak melebihi 10 mg; penggunaan pada anak-anak tidak direkomendasikan. Penyesuaian dosis mungkin diperlukan ketika zolpidem tartrat diberikan dengan obat yang memiliki efek antidepresan karena efek additifnya yang kuat.