Benzodiazepin

Benzodiazepin termasuk nitrazepam dan flurazepam digunakan sebagai hipnotik yang memiliki masa kerja panjang serta dapat memberikan efek residual di hari berikutnya, dosis berulang cenderung bersifat kumulatif.
Loprazolam, lormetazepam dan temazepam
Memiliki masa kerja lebih pendek dengan efek hangover yang sedikit bahkan tidak ada sama sekali. Fenomena penghentian obat lebih sering terjadi pada penggunaan benzodiazepin dengan masa kerja pendek. Jika insomnia yang terjadi disebabkan oleh dengan ansietas pada siang hari maka penggunaan benzodiazepin ansiolitik kerja panjang seperti diazepam yang diberikan sebagai dosis tunggal pada malam hari, dapat efektif mengatasi gejala tersebut. Untuk pedoman umum peresepan benzodiazepin lihat pada Bab 4.1.2 dan untuk penghentian obat dapat dilihat pada Bab 4.1.

Monografi: 

FLURAZEPAM

Indikasi: 

insomnia (penggunaan jangka pendek).

Peringatan: 

lihat nitrazepam.

Kontraindikasi: 

lihat nitrazepam.

Efek Samping: 

lihat nitrazepam.

Dosis: 

15-30 mg menjelang tidur malam hari; Lansia (atau debilitated patients) 15 mg; Anak, tidak dianjurkan.

NITRAZEPAM

Indikasi: 

insomnia, gangguan tidur dengan berbagai sebab (penggunaan jangka pendek).

Peringatan: 

hamil, menyusui, penyakit pernapasan, kelemahan otot, riwayat penyalahgunaan obat atau alkohol, kelainan kepribadian yang jelas, gangguan faal hati dan ginjal, kurangi dosis pada lansia dan debil. Gangguan kemampuan mengemudi dan menjalankan mesin.

Interaksi: 

lihat Lampiran 1 (hipnotik dan ansiolitik).

Kontraindikasi: 

depresi pernapasan, miastenia gravis, kondisi fobi atau obsesi, psikosis kronik, gangguan hati berat.

Efek Samping: 

ataksia dan bingung terutama pada pasien lansia, vertigo, amnesia, ketergantungan.

Dosis: 

5-10 mg sebelum tidur; LANSIA (atau debil) 2,5-5 mg; ANAK tidak dianjurkan.