4.1.1 Hipnosis

Sebelum obat hipnotik diresepkan, penyebab dari insomnia sebaiknya sudah diketahui, dan jika memungkinkan faktor yang mendasari sebaiknya sudah diobati. Yang perlu dicatat, ada beberapa pasien yang mengharapkan tidur yang tidak realistis, dan mengabaikan pengaruh konsumsi alkohol sebagai penyebab insomnia.

Insomnia sementara (transient), dapat timbul pada mereka yang dapat tidur normal tetapi terganggu oleh faktor eksternal seperti kebisingan, pola jam kerja, dan jet lag. Jika suatu hipnotik diindikasikan, dipilih yang memiliki waktu eliminasi yang cepat dan hanya 1 atau 2 dosis yang boleh diberikan. Insomnia jangka pendek, biasanya terkait dengan masalah emosi atau penyakit yang serius. Ini dapat berlangsung selama beberapa minggu dan dapat muncul lagi. Suatu hipnotik dapat memberikan manfaat tetapi tidak boleh digunakan selama lebih dari 3 minggu (sebaiknya hanya diberikan selama 1 minggu). Penggunaan secara berselang lebih disukai dengan dosis yang obat dikurangi. Obat yang tereliminasi cepat lebih cocok digunakan. Pemberian hipnotik jarang bermanfaat pada insomnia kronis dan biasanya lebih sering disebabkan ketergantungan ringan karena pemberian obat yang tidak benar. Gangguan psikiatrik seperti ansietas, depresi, dan penyalahgunaan obat serta alkohol merupakan penyebab yang paling umum. Gangguan tidur sangat umum pada depresi dan bangun pagi yang lebih awal dapat menjadi penanda yang berguna. Gangguan psikiatrik yang utama sebaiknya diatasi, sesuaikan rejimen obat untuk meringankan insomnia. Sebagai contoh, klomipramin atau mirtazapin yang digunakan untuk depresi dapat juga membantu memudahkan tidur jika dikonsumsi pada malam hari. Penyebab lain dari insomnia meliputi nyeri, gatal-gatal, pruritus, dan dispnea.

Hipnotik tidak boleh diresepkan secara sembarangan dan peresepan rutin juga tidak dianjurkan. Obat-obat ini hanya boleh diberikan untuk pengobatan jangka pendek pada stres akut. Toleransi terhadap efek meningkat dalam 3 hingga hari ke 14 pada penggunaan yang berkelanjutan, serta manfaat penggunaan jangka panjang belum dapat dipastikan. Kekurangan penggunaan jangka panjang adalah pada penghentian obat; menimbulkan insomnia dan memperburuk sindroma gejala putus obat.

Jika penggunaan jangka panjang tidak dapat dihindari, hipnotik sebaiknya dihentikan secepat mungkin dan pasien diberi penjelasan bahwa kemungkinan tidurnya akan terganggu selama beberapa hari sebelum ritme normal muncul kembali. Tidur yang tidak nyenyak dengan mimpi yang kacau serta peningkatan REM (Rapid Eye Movement / pergerakan mata yang cepat selama tidur) dapat terjadi selama beberapa minggu.

Anak
Peresepan hipnotik pada anak tidak dibenarkan kecuali untuk penggunaan sesekali seperti untuk mengatasi rasa takut pada malam hari dan somnabulisme (berjalan dalam tidur).
Pada penggunaan jangka panjang ada risiko habituasi (pemberian obat dapat menjadi kebiasaan) padahal untuk menenangkan anak pada malam hari, sebaiknya dilakukan pengobatan secara psikologis.

Lansia
Penggunaan hipnotik sebaiknya dihindari pada lansia karena memiliki risiko terjadinya ataksia, bingung, mudah jatuh, dan melukai diri sendiri.

Perawatan Gigi
Hipnotik dapat bermanfaat pada beberapa pasien yang cemas sewaktu akan menghadapi perawatan, digunakan pada waktu 1–3 malam sebelumnya. Hipnotik tidak mengurangi rasa sakit dan jika rasa nyeri menganggu tidur, maka analgesik dapat diberikan. Diazepam, nitrazepam, atau temazepam digunakan pada malam hari untuk pasien yang mengalami sakit gigi. Temazepam disarankan diberikan jika diperlukan untuk meminimalkan efek residual pada hari berikutnya. Informasi lebih lanjut untuk ansiolitik pada dental procedure lihat bab 15.1.4.1