4.1 Hipnosis dan Ansietas

4.1.1 Hipnosis
4.1.2 Ansietas
4.1.3 Barbiturat

Kebanyakan ansiolitik (’sedatif’) akan menginduksi tidur jika diberikan malam hari, dan kebanyakan hipnotik akan menenangkan jika diberikan siang hari. Obat ini diresepkan secara luas tetapi menyebabkan ketergantungan (baik fisik maupun psikologis) serta menimbulkan toleransi. Hal ini akan menimbulkan kesulitan dalam penghentian obat setelah pasien mengkonsumsi obat secara teratur selama lebih dari beberapa minggu (lihat pada ketergantungan dan penghentian obat di bawah). Oleh karena itu hipnotik dan ansiolitik hanya boleh diberikan pada pengobatan jangka pendek untuk meringankan kondisi akut setelah penyebab utamanya diketahui.

Benzodiazepin adalah ansiolitik dan hipnotik yang paling umum digunakan; obat ini bekerja pada reseptor benzodiazepin yang berhubungan dengan reseptor asam gammaaminobutirat (GABA). Obat terdahulu seperti meprobamat dan barbiturat (bab 4.1.3) tidak direkomendasikan lagi, karena lebih banyak menimbulkan efek samping dan interaksi obat dibandingkan dengan benzodiazepin dan lebih berbahaya jika terjadi dosis berlebih.

Efek Paradoksikal
Paradoksikal meningkat pada keadaan terancam/ ada ancaman dan sifat agresi dilaporkan terjadi pada pasien yang mengkonsumsi benzodiazepin. efeknya bervariasi mulai dari meracau dan rasa gembira sampai sifat agresif dan melakukan tindakan anti sosial. Penyesuaian dosis (meningkat ataupun menurun) biasanya melemahkan impuls. Peningkatan ansietas dan gangguan persepsi merupakan efek paradoksikal lainnya. Meningkatnya rasa bermusuhan dan agresi setelah mengkonsumsi barbiturat dan alkohol biasanya mengindikasikan adanya intoksikasi.

Mengemudi
Hipnotik dan ansiolitik dapat mempengaruhi kemampuan pengambilan keputusan dan memperlambat reaksi, sehingga berefek pada kemampuan mengemudi dan mengoperasikan mesin. Obat ini meningkatkan efek alkohol. Lebih lanjut, efek hangover pada dosis malam dapat mempengaruhi kemampuan mengemudi pada hari berikutnya. Lihat juga pada Obat dan Mengemudi pada Pedoman Umum.

Ketergantungan dan Penghentian Obat
Penghentian penggunaan benzodiazepin sebaiknya secara bertahap karena penghentian yang tiba-tiba dapat mengakibatkan kebingungan, gangguan psikosis, kejang atau kondisi mirip delirium tremens. Penghentian barbiturat yang tiba-tiba (bab 4.1.3) bahkan dapat mengakibatkan efek yang lebih serius. Sindroma gejala putus obat dapat timbul kapan saja hingga 3 minggu setelah penghentian benzodiazepin jangka panjang; dan dapat timbul dalam waktu beberapa jam pada penggunaan benzodiazepin jangka pendek. Hal ini ditunjukkan dengan terjadinya insomnia, ansietas, hilangnya nafsu makan dan turunnya berat badan, tremor, berkeringat, tinnitus, dan gangguan persepsi. Gejala-gejala ini mungkin sama dengan gejala umum penyakitnya sehingga penggunaan obat tetap dilanjutkan, beberapa gejala dapat berlanjut selama beberapa minggu atau beberapa bulan setelah penghentian benzodiazepin.

Dosis benzodiazepin dapat dihentikan secara bertahap, sekitar 1/8 (dalam interval 1/10 hingga 1/4 ) dari dosis sehari, dilakukan setiap malam ke 4. Saran untuk protokol penghentian obat pada pasien yang memiliki kesulitan adalah sbb:

  1. Pada pasien yang ganti dengan obat setara dengan dosis diazepam per hari, sebaiknya dikonsumsi malam hari.
  2. Turunkan dosis diazepam bertahap setiap 2–3 minggu sebanyak 2 atau 2,5 mg; jika gejala putus obat muncul, pertahankan dosis obat ini hingga gejala membaik.
  3. Turunkan dosis lebih lanjut, jika perlu bertahap dengan dosis lebih kecil. Lebih baik penurunan dosis dilakukan dengan lebih lambat daripada dilakukan terlalu cepat.
  4. Penghentian total. Waktu yang dibutuhkan untuk penghentian total dapat bervariasi dari sekitar 4 minggu hingga 1 tahun atau lebih.

Konseling dapat membantu. beta bloker dicoba hanya jika pengobatan lainnya gagal. Antidepresan hanya digunakan dalam keadaan depresi klinik atau untuk gangguan panik; hindari antipsikosis (yang dapat memperburuk gejala putus obat).

Saran:
Benzodiazepin diindikasikan untuk terapi jangka pendek ansietas berat (hanya digunakan selama 2 atau 4 minggu), kondisi stres yang sangat mengganggu, kondisi ansietas saja atau yang terkait insomnia atau psikosomatik jangka pendek, penyakit psikotik atau penyakit yang dialami organ tubuh.

  1. Benzodiazepin tidak cocok untuk terapi jangka pendek ansietas ringan
  2. Benzodiazepin hanya digunakan untuk terapi insomnia berat, atau kondisi stres yang sangat mengganggu.