3.3.1 Kromoglikat

Cara kerja natrium kromoglikat dan nedokromil belum sepenuhnya dapat dipahami. Tapi, obat ini mungkin bermanfaat pada pasien asma dengan dasar alergi, walaupun pada prakteknya sulit untuk menduga siapa yang akan mendapat manfaat. Untuk itu, mungkin dapat dicoba pemberian selama waktu 4-6 minggu untuk memulai respon terhadap obat. Frekuensi pemberian tergantung dari respons pasien namun biasanya 3-4 kali sehari pada awalnya, selanjutnya dapat diturunkan. Secara umum, profilaksis dengan natrium kromoglikat kurang efektif dibandingkan dengan kortikosteroid inhalasi. Anak-anak 5–12 tahun memberikan respons yang baik terhadap nedokromil.

Natrium kromoglikat tidak bermanfaat untuk serangan asma akut, namun dilaporkan dapat mencegah asma akibat kerja fisik. Akan tetapi, asma akibat kerja fisik mungkin menunjukkan kendali asma yang buruk, karenanya pasien harus dinilai.

Jika inhalasi serbuk natrium kromoglikat menyebabkan bronkospasme, harus diberikan inhalasi agonis adrenoseptor beta-2 selektif seperti salbutamol atau terbutalin terlebih dahulu. Larutan nebulisasi merupakan pilihan alternatif untuk anak- anak yang tidak dapat menggunakan inhalasi serbuk atau aerosol. Nedokromil mempunyai efek farmakologis yang sama dengan natrium kromoglikat.

TERAPI YANG BERKAITAN Antihistamin dilaporkan tidak memberikan manfaat klinis pada asma bronkial. Salah satu jenis antihistamin yakni ketotifen dikatakan menyerupai natrium kromoglikat, namun terbukti mengecewakan.

Monografi: 

KETOTIFEN

Indikasi: 

lihat keterangan di atas.

Peringatan: 

terapi asma yang diberikan sebelumnya harus dilanjutkan selama minimum 2 minggu dari awal penggunaan ketotifen; kehamilan (Lampiran 4) dan menyusui (lihat Lampiran 5).

Interaksi: 

lihat Lampiran 1 (antihistamin), dan hindari penggunaan bersama antidiabetik oral (dilaporkan penurunan trombosit); bila menggunakan obat ini jangan menjalankan mesin; pengaruh alkohol diperkuat.

Efek Samping: 

mengantuk, mulut kering, pusing; stimulasi SSP, dilaporkan kenaikan berat badan.

Dosis: 

1 mg 2 kali sehari waktu makan, bila perlu dinaikkan menjadi 2 mg 2 kali sehari; terapi awal pada pasien yang sudah tersedasi 0,5-1 mg malam; Anak di atas 2 tahun 1 mg 2 kali sehari.

NATRIUM KROMOGLIKAT

Indikasi: 

profilaksis asma.

Efek Samping: 

batuk, bronkospasme sementara, dan iritasi tenggorokan karena inhalasi serbuk (lihat juga keterangan di atas).

Dosis: 

Dewasa dan Anak: 10 mg (2 hirupan) 4 kali sehari pada awal pemberian, dosis ditambah jika penyakit bertambah berat atau selama masa sakit sampai 6-8 kali sehari. Dosis tambahan dapat diberikan sebelum olah raga; dosis penunjang 5 mg (1 hirupan) 4 kali sehari. Anjuran. Penggunaan perlu dilakukan secara teratur.

NEDOKROMIL NATRIUM

Indikasi: 

profilaksis asma.

Efek Samping: 

lihat keterangan pada Natrium Kromoglikat; juga sakit kepala, mual, muntah, dispepsia, nyeri pada bagian perut (ringan dan sementara); rasa pahit (ditutupi dengan rasa mint).

Dosis: 

inhalasi aerosol, DEWASA dan ANAK di atas 6 tahun 4 mg (2 hirupan) 4 x sehari, apabila telah teratasi dosis bisa dikurangi menjadi 2 x sehari. ANJURAN. Penggunaan perlu dilakukan secara teratur.