3.10 Dekongestan Nasal Sistemik

Dekongestan nasal yang diberikan secara oral mungkin tidak seefektif pemberian lokal, tetapi tidak menyebabkan rebound kongesti hidung sewaktu dihentikan. Pseudoefedrin tersedia sebagai obat bebas, dengan efek simpatomimetik yang lemah.

Obat ini mengandung simpatomimetik, oleh karena itu harus digunakan dengan hati-hati pemberiannya pada pasien dengan diabetes melitus, hipertensi, hipertiroidisme, rentan terhadap terjadinya glaukoma sudut sempit, hipertrofi prostat, gangguan hati dan ginjal, dan penyakit jantung iskemik dan harus dihindari pada pasien yang mendapat terapi penghambat MAO.

Banyak preparat juga mengandung antihistamin, yang mungkin menyebabkan rasa mengantuk dan mempengaruhi kemampuan mengemudi kendaraan dan menjalankan mesin. Komposisi utama dari obat ini tertera dalam keterangan pada kemasan obat batuk dan dekongestan yang dijual di pasaran. Di Indonesia tersedia produk yang mengandung dekongestan fenilpropanolamin.

Sesuai dengan Public Warning/ Peringatan Publik Mengenai Obat Yang Mengandung Fenilpropanolamin/PPA dari Badan Pengawas Obat dan Makanan pada tanggal 16 April 2001, Badan POM atas rekomendasi Komite Nasional Penilai Obat Jadi telah menetapkan bahwa dosis maksimal PPA per takaran dalam obat flu dan batuk adalah 15 mg. Obat flu dan batuk yang mengandung PPA lebih dari 15 mg per takaran tidak diperkenankan lagi untuk diedarkan. Dosis maksimal tidak boleh melebihi 75 mg per hari (dewasa) dan 37,5 mg perhari (anak 6-12 tahun). Tidak dianjurkan penggunaan pada anak usia di bawah 6 tahun, wanita hamil dan menyusui, kecuali atas petunjuk dokter.

Monografi: 

LORATADIN + PSEUDOEFEDRIN SULFAT

Indikasi: 

Mengurangi gejala hidung tersumbat, bersin, rinorea, lakrimasi yang berkaitan dengan rinitis alergi dan flu. 

Peringatan: 

Glaukoma, ulkus peptik stenosing, obstruksi piloroduodenal, hipertropi prostat atau obstruksi leher kandung kemih, penyakit kardiovaskular, peningkatan tekanan intraokular, diabetes melitus, pasien yang menerima pengobatan digitalis, hipotensi, lansia, gangguan fungsi ginjal (GFR < 30 ml/min), gangguan fungsi hati berat, kehamilan, dan menyusui.

Interaksi: 

Ketokonazol, eritromisin, atau simetidin: peningkatan konsentrasi plasma loratadin. Penghambat MAO: dapat menimbulkan reaksi hipertensi. Metildopa, mekamilamin, reserpin, dan alkaloid veratrum: pseudoefedrin dan loratadin mengurangi efek sebagai antihipertensi. Digitalis: dapat meningkatkan aktivitas ektopik pacemaker. Antasida: meningkatkan absorpsi pseudoefedrin. Kaolin: menurunkan absorpsi pseudoefedrin.

Kontraindikasi: 

Hipersensitivitas, pasien yang menerima pengobatan penghambat MAO atau baru berhenti pengobatan dalam 14 hari, glaukoma sudut sempit, retensi urin, hipertensi berat, penyakit arteri koroner berat, hipertiroid, dan anak di bawah 12 tahun.

Efek Samping: 

Umum: insomnia, mulut kering, sakit kepala, dan somnolen (kantuk). Jarang: cemas, pusing, lelah, mual, abdominal distress, anoreksia, haus, takikardi, faringitis, rinitis, jerawat, pruritus, ruam, urtikaria, artalgia, bingung, disfonia, hiperkinesia, hipoestesia, penurunan libido, parestesia, tremor, vertigo, kemerahan, hipotensi postural, keringat berlebihan, gangguan penglihatan, sakit telinga, tinitus, gangguan perasa, agitasi, apati, depresi, euporia, paroneiria, peningkatan nafsu makan, perubahan buang air besar, dispepsia, eruktasi, hemoroid, perubahan warna lidah, gangguan pada lidah (tongue disorder), mual, gangguan hati sementara, dehidrasi, peningkatan berat badan, hipertensi, palpitasi, migrain, bronkospasma, batuk, dispnea, epistaksis, hidung tersumbat, bersin, iritasi pada hidung, disuria, gangguan mikturisi, nokturia, poliuria,retensi urin, astenia, sakit pada punggung, kram tungkai bawah, malaise, rigor, alopesia, anafilaksis, angioedema, dan kejang.

Dosis: 

Oral: Dewasa dan anak > 12 tahun, 1 tablet  2 kali sehari.

PSEUDOEFEDRIN HIDROKLORIDA

Indikasi: 

lihat keterangan di atas.

Peringatan: 

Lihat efedrin hidroklorida.

Efek Samping: 

Lihat efedrin hidroklorida.

Dosis: 

60 mg 4 kali sehari; 10 ml 3 kali sehari; Anak 2-5 tahun: 2,5 mL; 6-12 tahun: 5 ml.