3.1.2.2 Agonis Adrenoseptor Lainnya

Efedrin, dan agonis adrenoseptor beta selektif parsial, orsiprenalin, kurang cocok dan kurang aman untuk digunakan sebagai bronkodilator bila dibandingkan agonis adrenoseptor beta-2 yang selektif, karena lebih mudah menyebabkan aritmia dan efek samping lainnya, sehingga sedapat mungkin harus dihindari. Adrenalin (epinefrin) injeksi (1:1000) digunakan pada pengobatan darurat reaksi alergi dan anafilaktik akut (lihat 3.4.3), pada angiodema (lihat 3.4.3) dan pada resusitasi jantung paru (lihat 2.11.3). Larutan adrenalin (1:1000) digunakan secara nebulisasi pada tata laksana croup berat (lihat 3.1).

Monografi: 

EFEDRIN HIDROKLORIDA

Indikasi: 

obstruksi saluran napas yang reversibel, tapi lihat keterangan di atas.

Peringatan: 

hipertiroidisme, diabetes melitus, penyakit jantung iskemik, hipertensi, gangguan ginjal, lansia, dapat menyebabkan retensi akut pada hipertrofi prostat, interaksi dengan penghambat MAO.

Interaksi: 

lihat Lampiran 1 (Simpatomimetik)

Efek Samping: 

takikardia, ansietas, ketegangan, insomnia sering terjadi, juga tremor, aritmia, mulut kering, dan rasa dingin di ektremitas.

Dosis: 

3 kali sehari, 15-60 mg. Anak 3 kali sehari; anak kurang dari 1 tahun 7,5 mg, 1-5 tahun 15 mg, 6-12 tahun 30 mg.

ISOPRENALIN SULFAT

Indikasi: 

obstruksi saluran napas yang reversibel, tapi lihat keterangan di atas.

Peringatan: 

lihat salbutamol dan keterangan di atas

Efek Samping: 

lihat salbutamol dan keterangan di atas

ORSIPRENALIN SULFAT

Indikasi: 

obstruksi saluran napas yang reversibel, tapi lihat keterangan di atas.

Peringatan: 

lihat salbutamol dan keterangan di atas.

Interaksi: 

lihat Lampiran 1 (simpatomimetik).

Efek Samping: 

lihat salbutamol dan keterangan di atas.

Dosis: 

oral: 20 mg 4 kali sehari, Anak sampai 1 tahun 5-10 mg 3 kali sehari, 1-3 tahun 5-10 mg 4 kali sehari, 3-12 tahun 40-60 mg sehari dalam dosis terbagi.