2.9 Hemostatik dan Antifibrinolitik

Melarutnya fibrin dapat diganggu oleh pemberian asam traneksamat yang menghambat fibrinolisis. Obat ini dapat bermanfaat untuk mencegah perdarahan (misal pada prostatektomi dan cabut gigi pada hemofilia) dan terutama dapat bermanfaat pada menoragia. Asam traneksamat juga digunakan pada angiodema herediter, epistaksis dan pada over dosis trombolitik.

Desmopresin digunakan pada penatalaksanaan hemofilia ringan sampai sedang, Aprotinin merupakan penghambat enzim proteolitik yang bekerja pada plasmin dan kalidinogenase (kalikrein). Obat ini telah ditarik dari peredaran pada tahun 2008 karena meningkatkan mortalitas pasien.

Etamsilat mengurangi perdarahan kapiler dengan adanya jumlah trombosit yang normal. Kerjanya tidak dengan cara menstabilkan fibrin, tetapi mungkin dengan cara memperbaiki adesi trombosit yang abnormal.

Monografi: 

ANTIHEMOFILIK FAKTOR (REKOMBINAN)

Indikasi: 

hemofilia klasik (Hemofilia A), yang menunjukkan adanya kekurangan aktivitas faktor pembekuan plasma (FVIII). Tidak diindikasikan untuk terapi penyakit Von Willebrand’s.

Peringatan: 

riwayat alergi dengan FVIII yang lain, kehamilan dan menyusui.

Kontraindikasi: 

Hipersensitivitas.

Efek Samping: 

reaksi pada lokasi penyuntikan, pusing, ruam, rasa yang tidak biasa pada mulut, peningkatan ringan tekanan darah, pruritus, depersonalisasi, mual, rinitis.

Dosis: 

perdarahan minor (aktivitas FVIII yang dibutuhkan 20-40%): 10-20 IU/kg bb, dosis diulang jika terjadi perdarahan lagi.

Perdarahan sedang-berat, operasi minor (aktivitas FVIII yang dibutuhkan 30-60%): 15-30 IU/kg bb, diulangi satu dosis setiap 12-24 jam, bila diperlukan.

Perdarahan berat hingga perdarahan yang mengancam jiwa seperti perdarahan intrakranial, intra-abdominal atau intratorasik, perdarahan gastrointestinal, perdarahan pada sistem saraf pusat, perdarahan pada retrofaringeal atau daerah retroperitoneal, trauma fraktur kepala (aktivitas FVIII yang dibutuhkan 80-100%): Dosis awal: 40-50 IU/kg bb, pengulangan dosis 20-25 IU/kg bb setiap 8-12 jam.

Operasi besar (aktivitas FVIII yang dibutuhkan ~100%): dosis prabedah: 50 IU/kg bb, diulangi jika diperlukan setelah 6-12 jam terhitung sejak awal pemberian, dan selama 10-14 hari sampai sembuh. Larutan pengencer 2,5 ml.

ANTITROMBIN III MANUSIA

Indikasi: 

defisiensi antitrombin III kongenital.

Efek Samping: 

mual, wajah memerah, sakit kepala; jarang terjadi, reaksi alergi dan demam.

ASAM TRANEKSAMAT

Indikasi: 

fibrinolisis lokal; menoragia.

Peringatan: 

kurangi dosis pada gangguan ginjal, hindarkan jika berat; hematuria yang masif (hindari jika ada risiko obstruksi ureter); pemeriksaan mata reguler dan uji fungsi hati yang teratur pada pengobatan jangka panjang angiodema turunan; kehamilan.

Kontraindikasi: 

gangguan ginjal yang berat; penyakit tromboembolik.

Efek Samping: 

mual, muntah, diare (kurangi dosis); pusing pada injeksi intravena cepat.

Dosis: 

oral, fibrinolisis lokal, 15-25 mg/kg bb 2-3 kali sehari.

Menoragia (diawali bila menstruasi telah mulai), 1-1,5 g 3-4 kali sehari selama 4 hari; maksimal 4 g sehari. Angioedema turunan, 1-1,5 g 2-3 kali sehari.

Injeksi intravena lambat, fibrinolisis lokal 0,5 -1 g 3 kali sehari.

ETAMSILAT

Indikasi: 

pengobatan jangka pendek kehilangan darah pada menoragia; profilaksis dan pengobatan pendarahan periventrikel pada bayi bobot lahir rendah.

Kontraindikasi: 

porfiria.

Efek Samping: 

mual, sakit kepala, ruam kulit.

Dosis: 

oral, pengobatan jangka pendek kehilangan darah pada menoragia, 500 mg 4 kali sehari selama menstruasi Injeksi intramuskuler atau intravena, profilaksis dan pengobatan pendarahan periventrikel pada bayi bobot lahir rendah, 12,5 mg/kg bb setiap 6 jam.

FRAKSI FAKTOR VIII, KERING (FRAKSI ANTIHEMOFILIK MANUSIA, KERING)

Indikasi: 

pengobatan dan pencegahan perdarahan pada hemofilia A.

Peringatan: 

hemolisis intravaskuler setelah dosis besar atau dosis berulang yang sering pada pasien dengan golongan darah A, B, atau AB.

Efek Samping: 

reaksi alergi termasuk menggigil, demam; hiperfibrinogenemia terjadisetelah dosis besar dengan produk-produk terdahulu, tetapi kemungkinannya lebih kecil dengan produk-produk sekarang karena kandungan fibrinogennya telah banyak dikurangi.

Keterangan: 

Fraksi faktor VIII kering dibuat dari plasma manusia dengan teknik fraksionasi yang sesuai.

FRAKSI FAKTOR IX, KERING

Indikasi: 

defisiensi faktor IX kongenital (hemofilia B).

Peringatan: 

risiko trombosis, pada dasarnya dengan produk-produk terdahulu yang kemurniannya rendah.

Kontraindikasi: 

koagulasi intravaskuler yang tersebar.

Efek Samping: 

reaksi alergi meliputi menggigil, demam.

Keterangan: 

Fraksi faktor IX kering dibuat dari plasma manusia dengan teknik fraksionasi yang sesuai. Mungkin juga mengandung faktor pembekuan II, VII, dan X.

FAKTOR XIII

Indikasi: 

defisiensi faktor XIII kongenital.

Efek Samping: 

jarang terjadi, reaksi alergi dan demam.