2.5.1 Tiazid

Tiazid dan senyawa-senyawa terkait merupakan diuretika dengan potensi sedang, yang bekerja dengan cara menghambat reabsorbsi natrium pada bagian awal tubulus distal. Mula kerja diuretika golongan ini setelah pemberian per oral antara 1-2 jam, sedangkan masa kerjanya 12-24 jam. Lazimnya tiazid diberikan pada pagi hari agar diuresis tidak mengganggu tidur pasien.

Dalam tatalaksana hipertensi, tiazid dengan dosis rendah misalnya bendroflumetiazid (bendrofluazid) 2,5 mg sehari, menimbulkan efek penurunan tekanan darah yang maksimal atau hampir maksimal, dengan gangguan biokimia yang sangat kecil. Dosis yang lebih tinggi menyebabkan perubahan yang tajam atas kadar kalium, natrium, asam urat, glukosa, dan lipid plasma, tanpa meningkatkan pengendalian tekanan darah.

Bendrofluazid banyak digunakan untuk gagal jantung ringan atau sedang dan digunakan untuk hipertensi dalam bentuk tunggal untuk pengobatan hipertensi ringan atau dikombinasi dengan obat lain untuk hipertensi yang lebih berat. Digunakan juga untuk anak-anak.

Klortalidon mempunyai masa kerja yang lebih panjang daripada tiazid, dan dapat diberikan dua hari sekali untuk mengendalikan edema. Obat ini juga bermanfaat bila retensi yang akut dapat dicetuskan oleh diuresis yang lebih cepat, atau jika pasien tidak suka pola berkemihnya berubah oleh diuretika.

Tiazid dan diuretika terkait lainnya (termasuk benztiazid, klopamid, siklopentiazid, hidroklorotiazid dan hidroflumetiazid) tidak memberikan manfaat apapun yang melebihi bendrofluazid dan klortalidon. Metolazon terutama efektif bila dikombinasikan dengan suatu diuretika kuat (bahkan pada gagal ginjal) tetapi diuresis hebat dapat terjadi, sehingga pasien harus dipantau dengan seksama. Sipamid dan indapamid strukturnya mirip dengan klortalidon.

Indapamid dapat menurunkan tekanan darah dan sedikit memperburuk diabetes melitus.

Monografi: 

BENDROFLUAZID (BENDROFLUMETAZID)

Indikasi: 

edema, hipertensi (lihat keterangan diatas).

Peringatan: 

pada dosis tinggi atau gangguan ginjal perlu pantau elektrolit; memperburuk diabetes mellitus dan pirai; mungkin memperburuk SLE (lupus eritematosus sistemik); usia lanjut (lihat keterangan di atas); kehamilan dan menyusui; gangguan hati dan ginjal.

Interaksi: 

lihat lampiran 1 (diuretika).

Kontraindikasi: 

hipokalemia yang refraktur, hiponatremia; hiperkalsemia; gangguan ginjal dan hati yang berat; hiperurikemia yang simtomatik; penyakit Addison.

Efek Samping: 

hipotensi postural dan gangguan saluran cerna yang ringan; impotensi (reversibel bila obat dihentikan); hipokalemia (lihat juga keterangan di atas), hipomagnesemia, hiponatremia, hiperurisemia, pirai, hiperglikemia, dan peningkatan kadar kolesterol plasma; jarang terjadi ruam kulit, fotosensitivitas; gangguan darah (termasuk neutropenia, bila dirasakan pada masa kehamilan akhir trombositopenia neonatal telah dilaporkan);pankreatitis, kolestatis intrahepatik, dan reaksi hipersensitivitas (termasuk pneumonitis, edema paru, reaksi kulit yang berat) juga dilaporkan.

Dosis: 

edema, dosis awal 5-10 mg sehari atau berselang sehari pada pagi hari; dosis penunjang 5-10 mg 1-3 kali seminggu. Hipertensi, 2,5 mg pada pagi hari; dosis yang lebih tinggi jarang diperlukan (lihat keterangan diatas).

HIDROKLOROTIAZID

Indikasi: 

edema, hipertensi.

Peringatan: 

Pengurangan volume intravaskular: gejala hipotensi khususnya setelah dosis pertama dapat terjadi pada pasien yang kehilangan volume dan/atau garam oleh karena terapi diuretika, pembatasan diet garam, diare atau muntah; Arteri stenosis ginjal; Hipertensi renovaskular; Pasien dengan gangguan ginjal dan transplantasi ginjal; Pasien dengan gangguan hati: tiazid tidak boleh diberikan pada pasien dengan gangguan fungsi hati atau penyakit hati progresif sejak alterasi minor dari larutan dan keseimbangan elektrolit dapat mempercepat koma hepatik; Pasien penderita katup jantung stenosis aorta dan mitral, hipertrofi obstruktif kardiomiopati; Pasien dengan aldosterisme primer; Metabolik dan efek endokrin: tiazid dapat mengganggu toleransi glukosa.

Pada pasien diabetes diperlukan penyesuaian dosis insulin atau agent oral hipoglikemik; Kondisi lain yang distimulasi oleh sistem renin-angiotensin-aldosteron; Ketidakseimbangan elektrolit: tiazid dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit (hipokalemia, hiponatremia dan hipokloremik alkalosis). Tiazid dapat menurunkan eksresi kalsium urin dan dapat menyebabkan peningkatan serum kalsium sedikit demi sedikit dengan tidak adanya gangguan yang diketahui dari metabolisme kalsium. Hiperkalsemia ditandai dengan adanya hiperparatiroidisme yang tersembunyi.

Penggunaan tiazid harus dihentikan sebelum melakukan test untuk fungsi paratiroid. Tiazid juga menunjukkan peningkatan eksresi magnesium urin yang dapat mengakibatkan hipomagnesemia.

Interaksi: 

alkohol, barbiturat atau narkotik; obat-obat antidiabetik (oral dan insulin); kolestiramin dan resin kolestipol; kortikosteroid, ACTH; glikosida digitalis; AINS; pressor amine (seperti noradrenalin); relaksan otot skelet nondepolarizing; garam kalsium; atropin, beperiden, siklofosfamid, metotreksat.

Kontraindikasi: 

gangguan hati berat, gangguan ginjal berat (kreatinin klirens < 30 mL/menit), hipokalemia refraktori, hiperkalsemia, hamil dan menyusui (lihat lampiran 4 dan 5).

Efek Samping: 

anoreksia, penurunan nafsu makan, iritasi lambung, diare, konstipasi, sialadenitis, pankreatitis, jaundice, xanthopsia, gangguan penglihatan sementara, leukopenia, neutropenia/ agranulositosis, thrombositopenia, anemia aplastik, anaemia hemolitik, depresi sumsum tulang belakang, reaksi fotosensitivitas, ruam, reaksi seperti cutaneous lupus erythematosus, reaktivasi cutaneous lupus erythematosus, urtikaria, vaskulitis, cutaneous vasculitis, reaksi anafilaksis, keracunan epidermal nekrolisis, demam, penekanan saluran pernafasan, gangguan ginjal, nefritis interstisial, kejang otot, lemas, gelisah, kepala terasa ringan, vertigo, paraesthesia, hipotensi postural, kardiak aritmia, gangguan tidur dan depresi.

Dosis: 

edema, dosis awal 12,5-25 mg sehari, untuk penunjang jika mungkin dikurangi; edema kuat pada pasien yang tidak mampu untuk mentoleransi diuretika berat, awalnya 75 mg sehari.

Hipertensi, dosis awal 12,5 mg sehari, jika perlu tingkatkan sampai 25 mg sehari (lihat juga keterangan diatas). Usia Lanjut. Pada pasien tertentu (terutama usia lanjut) dosis awal 12,5 mg sehari mungkin cukup.

INDAPAMID

Indikasi: 

hipertensi esensial.

Peringatan: 

gangguan ginjal (hentikan bila memburuk); pantau kadar kalium dan urat plasma pada usia lanjut, hiperaldosteronisme, pirai, atau pengobatan bersama glikosida jantung; hiperparatiroidisme (hentikan jika hiperkalsemia); kehamilan dan menyusui.

Interaksi: 

lihat lampiran 1 (diuretika).

Kontraindikasi: 

stroke yang baru saja terjadi, gangguan hati yang berat.

Efek Samping: 

hipokalemia, sakit kepala, pusing, konstipasi, dispepsia, ruam kulit (eritema multiforme, nekrolisis epidermal dilaporkan); jarang terjadi hipotensi ortostatik, palpitasi, enzim hati meningkat, gangguan darah (termasuk trombositopenia), hiponatremia, alkalosis metabolik, hiperglikemia, kadar urat plasma meningkat, parestesia meningkat, fotosensitivitas, impotensi, gangguan ginjal, miopia akut yang reversibel; diuresis dengan dosis di atas 2,5 mg sehari.

Dosis: 

2,5 mg sehari pada pagi hari.

KLORTALIDON

Indikasi: 

asites karena sirosis pada sekelompok pasien (dibawah pengawasan dokter), edema karena sindrom nefrotik, hipertensi (lihat juga keterangan diatas); gagal jantung kronik yang ringan sampai sedang; diabetes insipidus.

Peringatan: 

lihat pada Bendrofluazid.

Kontraindikasi: 

lihat pada Bendrofluazid.

Efek Samping: 

lihat pada Bendrofluazid.

Dosis: 

edema, hingga 50 mg sehari selama periode terbatas.
Hipertensi, 25 mg pada pagi hari, jika perlu tingkatkan sampai 50 mg (lihat juga keterangan di atas)

METOLAZON

Indikasi: 

edema, hipertensi (lihat juga keterangan di atas).

Peringatan: 

lihat pada Bendrofluazid; juga diuresis berat pada pemberian bersama furosemid (pantau pasien dengan seksama); porfiria.

Kontraindikasi: 

lihat pada Bendrofluazid.

Efek Samping: 

lihat pada Bendrofluazid.

Dosis: 

edema, 5-10 mg pada pagi hari; jika perlu tingkatkan sampai 20 mg sehari pada edema resisten, maksimal 80 mg sehari
Hipertensi, dosis awal 5 mg pada pagi hari; dosis penunjang 5 mg selang sehari.

SIPAMID

Indikasi: 

edema, hipertensi (lihat juga keterangan di atas).

Peringatan: 

lihat pada Bendrofluazid; juga porfiria.

Kontraindikasi: 

lihat pada Bendrofluazid.

Efek Samping: 

gangguan saluran cerna; pusing ringan; hipokalemia, lebih jarang terjadi gangguan elektrolit lain seperti hiponatremia.

Dosis: 

edema, dosis awal 40 mg pada pagi hari; tingkatkan sampai 80 mg pada kasus resisten; dosis penunjang 20 mg pada pagi hari.
Hipertensi, 20 mg pada pagi hari.