2.5 Diuretika

2.5.1 Tiazid
2.5.2 Diuretika Kuat
2.5.3 Diuretika Hemat Kalium
2.5.4 Diuretika Osmotik
2.5.5 Penghambat Carbonic Anhydrase
2.5.6 Diuretika Kombinasi 

Diuretika golongan tiazid digunakan untuk mengurangi edema akibat gagal jantung dan dengan dosis yang lebih rendah, untuk menurunkan tekanan darah.

Diuretika kuat digunakan untuk edema paru akibat gagal jantung ventrikel kiri dan pada pasien dengan gagal jantung kronik.

Kombinasi diuretika dapat efektif untuk edema yang resisten terhadap pengobatan dengan diuretika tunggal . Misalnya, diuretika kuat dapat dikombinasi dengan diuretika hemat kalium. Diuresis yang hebat terutama oleh diuretika kuat dapat menyebabkan hipotensi akut; oleh karena itu, harus dihindari berkurangnya volume plasma yang terlalu cepat.

Pasien lanjut usia. Diuretika sering kali diresepkan secara berlebihan. Sebaiknya digunakan dosis awal yang rendah pada pasien lansia karena rentan terhadap efek samping golongan obat ini. Dosis harus disesuaikan menurut fungsi ginjal. Diuretika sebaiknya tidak digunakan terus-menerus dalam jangka panjang untuk mengobati edema kaki yang ringan (yang biasanya akan memberikan respon terhadap bertambahnya gerakan, mengangkat kaki atau dengan memakai kaos kaki pendukung).

Kehilangan kalium. Hipokalemia dapat terjadi pada penggunaan diuretika golongan tiazid maupun diuretika kuat. Risiko hipokalemia lebih bergantung pada lamanya kerja juga potensinya sehingga efek hipokalemia tiazid lebih besar daripada diuretika kuat dengan potensi yang sama. Hipokalemia akan berbahaya pada penyakit arteri koroner yang berat dan pada pasien yang juga sedang diobati dengan glikosida jantung. Seringkali penggunaan diuretika hemat kalium tidak boleh disertai suplemen kalium.

Pada gagal hati, hipokalemia yang disebabkan oleh diuretika dapat mencetuskan ensefalopati, terutama pada sirosis alkoholik. Diuretika mungkin juga meningkatkan risiko hipomagnesemia pada sirosis alkoholik, dan menimbulkan aritmia.

Spironolakton, diuretika hemat kalium, dipilih untuk edema yang timbul akibat sirosis hati. Suplemen kalium atau diuretika hemat kalium jarang diperlukan bila tiazid digunakan pada pengobatan rutin hipertensi. Suplemen kalium terutama diperlukan pada kondisi-kondisi berikut:

  1. Jika pasien termasuk usia lanjut, karena pasien semacam ini sering kekurangan kalium dalam dietnya.
  2. Pasien yang menggunakan digoksin atau obat anti aritmia, dimana deplesi kalium dapat menimbulkan aritmia jantung.
  3. Pasien yang mungkin mengalami hiperaldosteronisme, misalnya pada stenosis arteri ginjal, sirosis hati, sindroma nefrotik, dan gagal jantung yang berat.
  4. Pasien dengan kehilangan kalium yang berlebihan, seperti pada diare kronis yang terkait dengan malabsorpsi usus atau penyalahgunaan pencahar.
  5. Pasien yang menerima dosis tinggi tiazid atau diuretika kuat.