2.4.1 Nitrat

Senyawa nitrat berguna dalam pengobatan angina. Walaupun, senyawa nitrat merupakan vasodilator koroner yang poten, manfaat utamanya adalah mengurangi alir balik vena sehingga mengurangi beban ventrikel kiri. Efek samping senyawa nitrat seperti sakit kepala, muka merah, dan hipotensi postural, dapat membatasi pelaksanaan terapi, terutama pada angina yang berat atau pada pasien yang sangat sensitif terhadap efek nitrat.

Gliseril trinitrat sublingual merupakan salah satu obat yang paling efektif untuk mengurangi gejala angina dengan cepat. Namun, efeknya hanya 20-30 menit. Pada pemberian pertama, biasanya diberikan tablet 300 mcg. Bentuk semprot aerosol merupakan cara lain untuk mengurangi gejala-gejala angina dengan cepat bagi pasien yang kesulitan untuk melarutkan sediaan sublingual. Lama kerja dapat diperpanjang dengan modifikasi pelepasan obat dan sediaan transdermal.

Isosorbid dinitrat secara sublingual aktif dan merupakan sediaan yang lebih stabil bagi pasien yang hanya kadang-kadang memerlukan nitrat. Senyawa ini juga efektif secara oral untuk profilaksis. Walaupun mula kerjanya lebih lambat, tetapi efeknya dapat bertahan beberapa jam. Aktivitas isosorbid dinitrat mungkin bergantung pada produksi metabolit aktifnya, terutama isosorbid mononitrat. Metabolit aktif ini juga tersedia untuk profilaksis angina, namun keuntungannya dibanding isosorbid dinitrat masih belum jelas.

Gliseril trinitrat atau isosorbid dinitrat dapat diberikan secara intravena, bila bentuk sublingualnya tidak efektif pada pasien nyeri dada akibat infark miokard atau iskemia yang berat. Pemberian intravena juga bermanfaat dalam pengobatan gagal ventrikel kiri akut.

Toleransi. Beberapa pasien yang diberi senyawa nitrat kerja panjang atau transdermal dengan cepat mengalami toleransi (efek terapi berkurang). Jika toleransi diperkirakan dapat terjadi setelah penggunaan sediaan transdermal, sediaan tersebut harus dihentikan selama beberapa jam berurutan dalam setiap kurun waktu 24 jam. Jika menggunakan sediaan isosorbid dinitrat lepas lambat (atau formulasi konvensional isosorbid mononitrat), tablet kedua dapat diberikan 8 jam setelah tablet pertama, tidak perlu sampai 12 jam. Sediaan konvensional isosorbid mononitrat tidak boleh diberikan lebih dari 2 kali sehari (kecuali bila digunakan dosis kecil), sedangkan bentuk retard hanya boleh sekali sehari.

Monografi: 

GLISERIL TRINITRAT

Indikasi: 

profilaksis dan pengobatan angina; gagal jantung kiri.

Peringatan: 

gangguan hepar atau ginjal berat; hipotiroidisme, malnutrisi, atau hipotermia; infrak miokard yang masih baru; sistem transdermal yang mengandung logam harus diambil sebelum kardioversi atau diatermi; toleransi (lihat keterangan di atas).

Interaksi: 

lihat lampiran 1 (gliseril trinitrat).

Kontraindikasi: 

hipersensitivitas terhadap nitrat; hipotensi atau hipovolemia; kardiopati obstruktif hipertrofik, stenosis aorta, tamponade jantung, perikarditis konstruktif, stenosis mitral; anemia berat, trauma kepala, perdarahan otak glaukoma sudut sempit.

Efek Samping: 

sakit kepala berdenyut, muka merah, pusing, hipotensi postural, takikardi (dapat terjadi bradikardi paradoksikal).

Injeksi. Efek samping yang khas setelah injeksi (terutama jika diberikan terlalu cepat) meliputi hipotensi berat, mual dan muntah, diaforesis, kuatir, gelisah, kedutan otot, palpitasi, nyeri perut, sinkop; pemberian jangka panjang disertai dengan methemoglobinemia.

Dosis: 

sublingual, 0,3-1 mg, bila perlu diulang.

Oral profilaksis angina, 2,6-2,8 mg 3 kali sehari atau 10 mg 2-3 kali sehari.

Infus intravena, 10-200 mcg/menit.

ISOSORBID DINITRAT

Indikasi: 

profilaksis dan pengobatan angina; gagal jantung kiri.

Peringatan: 

lihat pada Gliseril Trinitrat.

Kontraindikasi: 

lihat pada Gliseril Trinitrat.

Efek Samping: 

lihat pada Gliseril Trinitrat.

Dosis: 

Sublingual, 5-10 mg.

Oral, sehari dalam dosis terbagi, angina 30-120 mg; gagal jantung kiri 40-160 mg, sampai 240 mg bila diperlukan.

Infus intravena, 2-10 mg/jam; dosis lebih tinggi sampai 20 mg/jam mungkin diperlukan.

ISOSORBID MONONITRAT

Indikasi: 

profilaksis angina; tambahan pada gagal jantung kongesif.

Peringatan: 

lihat pada Gliseril Trinitrat.

Kontraindikasi: 

lihat pada Gliseril Trinitrat.

Efek Samping: 

lihat pada Gliseril Trinitrat.

Dosis: 

dosis awal 20 mg 2-3 kali sehari atau 40 mg 2 kali sehari (10 mg 2 kali sehari pada pasien yang belum pernah menerima nitrat sebelumnya); bila perlu sampai 120 mg sehari dalam dosis terbagi.

PENTAERITRIOL TETRANITRAT

Indikasi: 

profilaksis angina.

Peringatan: 

lihat pada Gliseril Trinitrat.

Kontraindikasi: 

lihat pada Gliseril Trinitrat.

Efek Samping: 

lihat pada Gliseril Trinitrat.

Dosis: 

Oral, 60 mg 3-4 kali sehari.