2.3.2 Penghambat Saraf Adrenergik

Obat golongan ini bekerja dengan cara mencegah pelepasan noradrenalin dari saraf adrenergik pasca ganglion. Obat-obat golongan ini tidak mengendalikan tekanan darah pada posisi berbaring dan dapat menyebabkan hipotensi postural. Karena itu, obat-obat ini sudah jarang sekali digunakan, tetapi mungkin masih diperlukan bersama terapi lain pada hipertensi yang resisten. Jarang digunakan pada anak-anak.

Monografi: 

RESERPIN

Indikasi: 

hipertensi ringan sampai sedang.

Peringatan: 

ulkus peptik; kolitis ulserativa; asma bronkial; kehamilan dan menyusui; usia lanjut.

Kontraindikasi: 

depresi; gagal ginjal berat.

Efek Samping: 

depresi (sampai bunuh diri) akibat dosis yang terlalu tinggi; atau akibat akumulasi dari penggunaan setiap hari untuk jangka waktu lama (waktu paruhnya 1-2 minggu); bronkospasme; eksaserbasi gagal jantung kongestif atau tercetusnya gagal jantung yang laten; gejala-gejala ekstrapiramidal (parkinsonisme, diskinesia, distonia); memburuknya ulkus peptikum; mengantuk di siang hari, gangguan tidur di malam hari, mimpi buruk; berat badan naik (nafsu makan bertambah, retensi cairan); kongesti nasal; dispepsia; kehilangan libido dan impotensi; menstruasi tidak teratur, amenorea, galaktorea.

Dosis: 

0,05-0,10 mg sebagai obat lini kedua yang ditambahkan 1-2 minggu setelah pemberian tiazid/diuretika sebagai obat lini pertama. Sebagai dosis awal dapat digunakan 0,25 mg selama 1 minggu.