Aritmia Ventrikel

Lidokain (lignokain) relatif aman bila diberikan sebagai injeksi intravena yang diberikan dengan lambat dan harus menjadi pilihan utama dalam keadaan darurat. Meskipun efektif dalam mengurangi takikardia ventrikel dan mengurangi risiko terjadinya fibrilasi ventrikel setelah infark miokard, obat ini tidak mengurangi mortalitas bila digunakan sebagai profilaksis dalam kondisi ini. Pada pasien dengan gagal jantung atau hati, dosis perlu dikurangi untuk mencegah terjadinya konvulsi, depresi SSP, atau depresi sistem kardiovaskular.

Meksiletin diberikan sebagai injeksi intravena yang diberikan secara lambat bila lidokain tidak efektif; obat ini mempunyai kerja yang serupa. Efek yang tidak diinginkan pada sistem kardiovaskular dan SSP membatasi dosis yang dapat ditoleransi; mual dan muntah dapat menyebabkan dosis efektif tidak dapat diberikan secara oral.

Morasizin adalah obat baru untuk profilaksis dan pengobatan aritmia ventrikel yang serius dan mengancam jiwa pada pasien yang kondisinya sudah stabil dengan pemberian morasizin.

Obat-obat baik untuk aritmia supraventrikel dan ventrikel meliputi amiodaron, beta bloker, disopiramid, flekainid, prokainamid, propafenon dan kinidin.

Monografi: 

FENITOIN NATRIUM

Indikasi: 

aritmia (lihat keterangan di atas); untuk penggunaan pada epilepsi (lihat 4.8.1).

Peringatan: 

lihat 4.8.1

Kontraindikasi: 

Bradikardi sinus; blok SA; blok jantung derajat 2 dan 3; sindrom Stokes Adams.

Efek Samping: 

lihat 4.8.1.

Dosis: 

aritmia, injeksi intravena lewat kateter vena sentral, 3,5-5 mg/kg bb pada kecepatan tidak lebih dari 50 mg/menit, dengan pemantauan tekanan darah dan EKG; ulangi sekali lagi jika perlu (jarang dipakai, lihat keterangan di atas).

LIDOKAIN HIDROKLORIDA (Lignokain hidroklorida)

Indikasi: 

aritmia ventrikel, terutama setelah infark miokard.

Peringatan: 

dosis lebih rendah pada gagal jantung kongestif, pada gagal hati, gagal ginjal dan setelah bedah jantung; usia lanjut; kehamilan.

Interaksi: 

lampiran 1 (Lidokain).

Kontraindikasi: 

gangguan nodus SA, semua derajat blok AV, depresi miokard yang berat; porfiria.

Efek Samping: 

pusing, kesemutan, atau mengantuk (terutama bila injeksi terlalu cepat); efek SSP lainnya (bingung, depresi pernapasan dan konvulsi); hipotensi dan bradikardia (sampai terjadi henti jantung); hipersensitivitas.

Dosis: 

injeksi intravena, pada pasien tanpa gangguan sirkulasi yang berat, 100 mg sebagai bolus selama beberapa menit (50 mg pada pasien dengan BB lebih ringan atau pasien dengan gangguan sirkulasi yang berat), segera diikuti dengan infus 4 mg/menit selama 30 menit, 2 mg/menit selama 2 jam, kemudian 1 mg/menit; kadarnya dikurangi lagi bila infusnya dilanjutkan lebih dari 24 jam (pantauan EKG dan supervisi dokter ahli jantung).

Keterangan: 
Penting. setelah injeksi intravena, lidokain masa kerjanya pendek (berakhir dalam 15-20 menit). Bila infus intravena tidak segera tersedia, injeksi intravena awal 50-100 mg dapat diulangi bila perlu 1 kali atau 2 kali dengan interval tidak kurang dari 10 menit).

MEKSILETIN HIDROKLORIDA

Indikasi: 

Aritmia ventrikel, terutama setelah infark miokard.

Peringatan: 

gangguan hati, pemantauan ketat pada awal terapi (termasuk EKG, tekanan darah); kehamilan.

Interaksi: 

lihat lampiran 1 (Meksiletin).

Kontraindikasi: 

bradikardi, syok kardiogenik, blok AV derajat tinggi (kecuali bila digunakan pacu jantung).

Efek Samping: 

mual, muntah, konstipasi, diare, bradikardi, hipotensi fibrilasi atrium, palpitasi, gangguan konduksi, eksaserbasi aritmia, torsades de pointes; mengantuk, bingung, konvulsi, gangguan kejiwaan, disartria, ataksia, kesemutan, nistagmus, tremor; jaundice, hepatitis, rash, sindrom Stevens-Johnsons, gangguan darah; lihat juga keterangan di atas.

Dosis: 

oral, dosis awal 400 mg (mungkin ditingkatkan sampai 600 mg jika analgesik opioid juga diberikan), setelah 2 jam diikuti dengan 200-250 mg 3-4 kali sehari.

Injeksi intravena, 100-250 mg dengan kecepatan 25 mg/menit dengan pantauan EKG diikuti dengan infus 250 mg dalam larutan 0,1% selama 1 jam, 125 mg/jam untuk 2 jam, kemudian 500 mcg/menit.