2.12.3 Gangguan Aliran Darah Vena

Penyakit pembuluh vena yang paling sering terjadi adalah gejala varikosis (dilatasi pembuluh vena permukaan kaki dan akibat-akibat yang menyertainya (edema lokal, indurasi, atrofi, pigmentasi hebat, sianosis kulit, borok kaki, tromboflebitis) yang timbul akibat pengaruh mekanik dan hormonal pada jaringan ikat yang lemah.

Pengobatan gejala-gejala varikosis dapat dilakukan dengan senyawa tonik vena (misal dihidroergotamin) dan glikosida triterpen hasil isolasi Aesculus hippocastanum (aesin). Senyawa-senyawa tersebut mungkin bekerja dengan cara menurunkan permeabilitas kapiler, dan menurunkan filtrasi kapiler, mengurangi edema lokal, dan memperbaiki aliran balik vena. Pemberian aesin intravena, terutama untuk anak-anak, sebaiknya dihindari karena mungkin dapat menyebabkan gagal ginjal akut. Varikosis vena juga diobati dengan senyawa sklerosan (senyawa-senyawa iritan yang digunakan untuk melenyapkan varikosis vena pada kaki dan hemoroid). Banyak iritan yang telah digunakan sebagai sklerosan, diantaranya garam natrium asam lemak dari minyak ikan, etanolamin oleat, dan natrium tetradesil sulfat.