2.11.3 Resusitasi Jantung Paru

Pada kondisi henti jantung, adrenalin (epinefrin) 1 dalam 1000 (100 mcg/mL) dianjurkan dalam dosis 10 mL melalui injeksi intravena, dianjurkan pemberian melalui pembuluh darah sentral. Jika melalui perifer, obat harus dilarutkan sekurangnya dalam 20 mL larutan injeksi NaCl 0,9% (agar dapat memasuki sirkulasi pusat). Pemberian injeksi intravena amiodaron 300 mg (dari prefilled syringe atau dilarutkan dalam larutan infus intravena glukosa 5%), harus dipertimbangkan setelah injeksi adrenalin untuk mengatasi fibrasi ventrikel atau takikardia ventrikel yang pulseless pada kondisi henti jantung yang sulit diatasi dengan defibrilator. Injeksi intravena atropin 3 mg dosis tunggal juga digunakan pada resusitasi jantung paru untuk menahan aktivitas vagal.

Paediatric advanced life support. Henti jantung pada anak-anak jarang terjadi dan seringkali menggambarkan tahap akhir syok progresif atau gagal nafas.

Selama kondisi cardiac arrest pada anak-anak tanpa adanya akses intravena, rute pemberian intraoseus dipilih karena dapat memberikan respon yang cepat dan efektif. Apabila akses sirkulasi tidak dapat dicapai, dapat digunakan endotracheal tube. Apabila rute endotrakeal yang digunakan sudah sepuluh kali maka harus digunakan pemberian intravena. Rute endotrakeal bermanfaat untuk obat-obat yang larut dalam lemak termasuk lidokain, adrenalin, atropin, dan nalokson. Obat-obat yang tidak larut dalam lemak (misalnya natrium bikarbonat dan kalsium klorida) tidak boleh diberikan melalui rute ini karena akan melukai pada saluran nafas.

Monografi: 

EPINEFRIN (ADRENALIN)

Indikasi: 

henti jantung (untuk resusitasi jantung-paru).

Peringatan: 

penyakit jantung, diabetes melitus, hipotiroidisme, hipertensi, aritmia, penyakit serebrovaskuler.

Interaksi: 

lampiran 1 (Simpatomimetika).

Efek Samping: 

ansietas, tremor, takikardi, sakit kepala, ekstremitas dingin; pada dosis berlebih aritmia, pendarahan otak, edema paru, mual, muntah, berkeringat, letih, hipoglisemia.

Dosis: 

epinefrin 1:10.000 (1 mg/10 mL) dalam dosis 10 mL secara injeksi intravena sentral.