2.11.2 Simpatomimetik Vasokonstriktor

Vasokonstriktor simpatomimetik meningkatkan tekanan darah sementara dengan bekerja pada reseptor alfa adrenergik untuk menimbulkan konstriksi pembuluh darah perifer. Kadang-kadang obat golongan ini digunakan sebagai metoda darurat untuk peningkatan tekanan darah ketika terapi lain gagal.

Meskipun dapat meningkatkan tekanan darah, vasokonstriktor juga dapat berbahaya karena mengurangi perfusi dari organ vital seperti ginjal. Anestesi spinal dan epidural dapat menyebabkan blok simpatetik dengan efek hipotensi meningkat. Terapi meliputi cairan intravena (yang biasanya diberikan secara profilaksis), oksigen, elevasi lengan dan injeksi efedrin.

Seperti halnya sebagai konstriksi pembuluh perifer, efedrin juga mempercepat kerja jantung (dengan bekerja pada reseptor beta). Efek ganda efedrin ini digunakan untuk mengendalikan bradikardi (meskipun mungkin juga diperlukan injeksi intravena atrofin sulfat 400 sampai 600 mcg jika bradikardi berlangsung dalam waktu lama).

Pada anak: Efedrin digunakan untuk mengatasi hipotensi yang disebabkan oleh anestesi spinal dan epidural.

Fenilefrin menyebabkan vasokonstriksi perifer dan meningkatkan tekanan arteri. Efedrin dan fenilefrin jarang diperlukan pada anak-anak dan harus digunakan di bawah pengawasan dokter spesialis.

Noradrenalin (norepinefrin) dicadangkan pada anak dengan resistensi vaskuler sistemik yang rendah yang tidak membaik dengan pemberian cairan pada syok septik, syok spinal, dan anafilaksis.

Adrenalin (epinefrin) terutama digunakan berdasarkan kerja inotropik. Dosis rendah (bekerja pada reseptor beta) menyebabkan vasodilatasi sistemik dan pulmoner, dengan peningkatan frekuensi jantung, stroke volume dan juga kontraktilitas jantung. Dosis tinggi bekerja terutama pada reseptor alfa menyebabkan vasokonstriksi sistemik yang kuat.

Monografi: 

NOREPINEFRIN BITATRAT (NORADRENALIN BITATRAT)

Indikasi: 

hipotensi akut, henti jantung.

Peringatan: 

trombosis pembuluh darahkoroner, mesenterik atau perifer; setelah infrak miokard, angina Prinzmetal, penyakit tiroid, diabetes melitus, hipoksia atau hiperkapmia; penggantian volume darah yang sesuai diperlukan; usia lanjut; ekstravasasi pada tempat suntikan dapat menyebabkan nekrosis.

Interaksi: 

lampiran 1 (Simpatomimetika).

Kontraindikasi: 

hipertensi (sering pantau tekanan darah dan kecepatan aliran), kehamilan.

Efek Samping: 

hipertensi, sakit kepala, bradikardia, aritmia, iskemia perifer.

Dosis: 

hipotensi akut, infus intravena, melalui kateter vena sentral, larutan mengandung norepinerfin bitatrat 80 mcg/mL (setara dengan norepinerfin basa 40 mcg/mL) dengan kecepatan awal 0,16-0,33 mL/menit, disesuaikan sesuai dengan responnya.

Henti jantung, injeksi intravena cepat atau intrakardiak, 0,5-0,75 mL larutan mengandung norepinerfin bitatrat 200 mcg/mL (setara dengan norepinerfin base 100 mcg/mL).