2.10.5 Asam Nikotinat

Manfaat asam nikotinat dibatasi oleh efek sampingnya, terutama vasodilatasi. Pada dosis 1,5 sampai dengan 3 gram per hari asam nikotinat dapat menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida dengan menghambat sintesisnya. Asam nikotinat juga meningkatkan kolesterol HDL. Asam nikotinat disarankan untuk digunakan bersama dengan statin apabila statin tunggal tidak cukup untuk mengendalikan dislipidemia (Kolesterol LDL meningkat, trigliseridemia, dan kolesterol HDL rendah); asam nikotinat juga dapat digunakan sebagai pengobatan tunggal apabila pasien tidak dapat mentoleransi statin (pengobatan dislipidemia, termasuk penggunaan kombinasi obat, lihat bagian 2.10).

Asipimoks memperlihatkan efek samping yang lebih sedikit, tetapi mungkin kurang efektif dalam menurunkan kadar lipid.

Monografi: 

ASAM NIKOTINAT

Indikasi: 

Terapi tambahan pada upaya diet dan olah raga tidak merespon dengan cukup, dengan menurunkan kadar TC, LDL-C, Apo B dan TG, dan meningkatkan HDL-C pada pasien dengan hiperkolesterolemia (heterozigot familial dan non familial) dan mixed dyslipidemia (Frederickson Type IIa dan IIb).

Peringatan: 

diabetes mellitus, pirai, penyakit hati, otot skelet, angina tidak stabil, infark miokardial akut, jaundice, tukak peptik.

Interaksi: 

Lihat lampiran 1.

Kontraindikasi: 

pendarahan arteri, tukak peptik aktif, kehamilan dan menyusui.

Efek Samping: 

Paling sering: flushing episode (rasa hangat, kemerahan, gatal dan mati rasa/tingling), diare, mual, muntah, sakit perut, dispepsia, pruritus, ruam kulit.

Umum: takikardia, palpitasi, pernafasan pendek, oedem peripheral, sakit kepala, pusing, asam urat, hipofosfatemia, perpanjangan waktu prothrombin dan pengurangan jumlah platelet.

Jarang: hipotensi, sinkop, rhinitis, insomnia, pengurangan toleransi glukosa, mialgia, miophati dan misasthenia.

Sangat jarang: anoreksia, rabdomiolisis.

Dosis: 

Terapi dengan asam nikotinat harus dimulai secara bertahap dalam peningkatan dosis untuk mengurangi insiden dan beratnya efek samping yang mungkin terjadi selama awal terapi. Dosis yang dianjurkan adalah :

  • 375 mg sehari sekali sebelum tidur untuk satu minggu pertama, jika dapat ditoleransi dengan baik dapat ditingkatkan menjadi;
  • 500 mg sehari sekali sebelum tidur untuk minggu kedua, jika dapat ditoleransi dengan baik dapat ditingkatkan menjadi;
  • 750 mg sehari sekali sebelum tidur untuk minggu ketiga, jika dapat ditoleransi dengan baik dapat ditingkatkan menjadi;
  • 500 mg dua tablet sebelum tidur untuk minggu ke 4-7, jika dapat ditoleransi dengan dapat ditingkatkan menjadi 1000 mg dua tablet sebelum tidur.

Setelah minggu ke-7 titrasi dosis tergantung pada respon pasien dan toleransinya. Jika respon 1000 mg sehari sekali mencukupi, dapat ditingkatkan hingga dosis 1500 mg sehari sekali; kemudian dosis dapat ditingkatkan mencapai 2000 mg sehari sekali.

Dosis penunjang: Dosis yang dianjurkan untuk penunjang adalah 1000 mg (2 tablet 500 mg) sampai 2000 mg (2 tablet 1000 mg) sehari sekali sebelum tidur. Dosis per hari tidak boleh ditingkatkan lebih dari 500 mg dalam waktu 4 minggu.