2.10.3 Fibrat

Bezafibrat, siprofibrat, fenofibrat, gemfibrosil bekerja terutama untuk menurunkan kadar trigliserida serum. Obat-obat ini mempunyai efek yang berbeda-beda terhadap kolesterol-LDL. Meskipun fibrat dapat menurunkan risiko kejadian penyakit jantung koroner pada pasien dengan kolesterol HDL rendah atau yang kadar trigliseridanya tinggi, statin harus menjadi obat pilihan pertama. Fibrat dapat dipertimbangkan sebagai terapi lini pertama pada pasien di mana kadar trigliserida serum lebih besar dari 10 mmol/L.

Fibrat dapat menyebabkan sindrom menyerupai miositis, terutama apabila fungsi ginjal pasien terganggu. Juga, kombinasi fibrat dengan statin meningkatkan risiko efek pada otot (terutama rabdomiolisis) dan harus digunakan dengan hati-hati dan sebaiknya dilakukan pemantauan fungsi ginjal dan kreatinin kinase. Gemfibrosil dan statin tidak boleh digunakan secara bersamaan.

Monografi: 

BEZAFIBRAT

Indikasi: 

hiperlipidemia tipe IIa, IIb, III, IV, dan V pada pasien yang tidak cukup memberikan respons terhadap diet dan tindakan-tindakan lain yang sesuai.

Peringatan: 

gangguan ginjal dan hati (hindarkan jika berat, lihat juga pada miotoksisitas di bawah). MIOTOKSISITAS. Perhatian khusus diperlukan pada pasien dengan penyakit ginjal, karena peningkatan progresif kadar kreatinin serum atau gagal untuk mengikuti petunjuk aturan dosis dapat mengakibatkan miotoksisitas (rabdomiolisis). Hentikan jika diduga atau kadar kinase kreatinin meningkat secara bermakna.

Interaksi: 

lihat lampiran 1 (kelompok klofibrat).

Kontraindikasi: 

gangguan hati atau ginjal berat, hipoalbuminemia, sirosis empedu primer, penyakit kandung empedu, sindrom nefrotik, kehamilan dan menyusui.

Efek Samping: 

saluran cerna (mual, anoreksia, nyeri lambung), pruritus, ruam kulit, urtikaria, impotensi; juga sakit kepala, pusing, vertigo, letih, rambut rontok; miotoksisitas (dengan miastenia atau mialgia) risiko khusus pada gangguan ginjal (lihat pada Peringatan).

Dosis: 

200 mg 3 kali sehari dengan atau setelah makan.

FENOFIBRAT

Indikasi: 

hiperlipidemia Tipe Ila, IIb, III, IV, dan V pada pasien yang tidak merespons dengan cukup terhadap diet dan tindakan-tindakan lain yang sesuai.

Peringatan: 

lihat pada Bezafibrat.

Kontraindikasi: 

gangguan ginjal atau hati yang berat, adanya penyakit kandung empedu; kehamilan dan menyusui.

Efek Samping: 

lihat pada Bezafibrat.

Dosis: 

dosis awal 300 mg sehari dalam dosis terbagi; kisaran lazim 200-400 mg sehari; anak-anak 5 mg/kg bb sehari.

GEMFIBROZIL

Indikasi: 

Pencegahan primer penyakit jantung koroner pada pria usia 40-55 tahun dengan hiperlipidemia yang tidak merespons dengan baik terhadap diet. Hiperkolesterolemia dengan dislipidemia dan hipertrigliseridemia, atau dengan klasifikasi Fredrickson tipe IIa, IIb, dan IV. Terapi hiperlipidemia lain, seperti: Fredrickson tipe III dan V, dislipidemia akibat diabetes, dan xantoma akibat dislipidemia.

Peringatan: 

Kolelitiasis, mempengaruhi uji fungsi hati [peningkatan SGOT, SGPT, kadar basa fosfat, laktat dehidrogenase (LDH), CK, dan bilirubin], gangguan hematopoietik (penurunan hemoglobin, hematokrit, dan sel darah putih), monitor perhitungan sel darah dan profil lipid secara periodik, kehamilan, menyusui.

Interaksi: 

Tidak boleh digunakan bersamaan dengan HMG-CoA reductase inhibitor (simvastatin, serivastatin) dan repaglinid. Antikoagulan (warfarin): pengurangan dosis warfarin untuk mengurangi risiko perdarahan. Resin pengikat asam empedu (kolestipol): menurunkan bioavailabilitas gemfibrozil. Repaglinid: risiko hipoglikemia berat. Kolkisin: peningkatan risiko toksisitas neuromuskular dan rabdomiolisis.

Kontraindikasi: 

Gangguan fungsi hati berat dan ginjal, penyakit kantung empedu, hipersensitivitas, penggunaan bersama HMG-CoA reductase inhibitor (simvastatin, serivastatin) dan repaglinid.

Efek Samping: 

Sangat umum: gangguan saluran cerna, dispepsia. Umum: nyeri abdomen, apendisitis akut, diare, lelah, mual/muntah, eksim, ruam, vertigo, konstipasi, sakit kepala. Tidak umum: fibrilasi atrium. Tidak diketahui frekuensinya: ikterus kolestatik, pankreatitis, pusing, kantuk, paraestesia, neuritis perifer, penurunan libido, depresi, pandangan kabur, impotensi, artralgia, sinovitis, mialgia, miopati, miastenia, nyeri pada ekstremitas, rabdomiolisis, dermatitis eksfoliatif, dermatitis, pruritus, angiodema, urtikaria, udem laring, fotosensitivitas, alopesia, kolesistitis.

Dosis: 

600 mg 2 kali sehari, 30 menit sebelum makan. Dosis 900 mg diberikan pada pasien yang intoleran pada dosis normal. Dosis maksimal: 1.500 mg per hari diberikan jika diperlukan penurunan maksimal trigliserida seperti pada pasien tipe V.

KLOFIBRAT

Indikasi: 

hiperlipidemia Tipe IIa, IIb, III, IV, dan V pada pasien yang tidak merespons dengan cukup terhadap diet dan tindakan-tindakan lain yang sesuai.

Peringatan: 

lihat pada Bezafibrat dan keterangan di atas.

Kontraindikasi: 

lihat pada Bezafibrat dan keterangan di atas.

Efek Samping: 

lihat pada Bezafibrat.

Dosis: 

di atas 65 kg, 2 g sehari (50-65 kg, 1,5 g sehari) dalam 2 atau 3 dosis terbagi.

SIPROFIBRAT

Indikasi: 

hiperlipidemia tipe IIa, IIb, III, dan IV pada pasien yang tidak memberikan respons dengan baik terhadap diet.

Peringatan: 

lihat keterangan pada bezafibrat.

Kontraindikasi: 

lihat keterangan pada bezafibrat.

Efek Samping: 

lihat keterangan pada bezafibrat.

Dosis: 

100 mg sehari.