2.10.1 Resin Penukar Anion

Kolestiramin dan kolestipol adalah resin penukar anion yang digunakan dalam penanganan hiperkolesterolemia. Obat-obat tersebut bekerja dengan cara mengikat asam empedu dan mencegah reabsorpsinya; dengan demikian akan terjadi peningkatan konversi kolesterol menjadi asam empedu di dalam hati; hasilnya akan meningkatkan aktivitas reseptor-LDL dalam sel hati, sehingga meningkatkan pemecahan kolesterol LDL dari plasma. Jadi, kedua obat tersebut menurunkan kolesterol-LDL secara efektif, tetapi dapat memperburuk hipertrigliseridemia.

Peringatan: Resin penukar anion mengganggu absorpsi vitamin larut lemak. Suplemen vitamin A, D, dan K serta asam folat mungkin diperlukan bila pengobatan berlangsung lama. Interaksinya dapat dilihat pada lampiran 1 (kolestiramin dan kolestipol).

Efek samping: Karena kolestiramin dan kolestipol tidak diabsorpsi, efek samping saluran cerna menonjol. Konstipasi lazim terjadi, tetapi diare juga dilaporkan. Demikian pula mual, muntah, dan rasa tidak enak dalam saluran cerna. Hipertrigliseridemia bisa memburuk. Kecenderungan perdarahan yang meningkat telah dilaporkan akibat hipoprotombinemia yang disertai dengan defisiensi vitamin K.

Catatan: Obat-obat lain harus diminum paling tidak 1 jam sebelum atau 4-6 jam setelah pemberian kolestiramin atau kolestipol guna mengurangi kemungkinan gangguan absorpsinya.

Monografi: 

KOLESTIPOL HIDROKLORIDA

Indikasi: 

hiperlipidemia, terutama tipe IIa, pada pasien yang tidak cukup memberikan respon terhadap diet dan tindakan lain yang sesuai.

Peringatan: 

lihat keterangan di atas; kehamilan.

Efek Samping: 

lihat keterangan di atas.

Dosis: 

5 g 1-2 kali sehari dalam cairan, jika perlu tingkatkan pada interval 1-2 bulan sampai maksimal 30 g sehari (dalam dosis tunggal atau 2 dosis terbagi).

KOLESTIRAMIN

Indikasi: 

hiperlipidemia, terutama tipe IIa, pada pasien yang tidak cukup memberikan respon terhadap diet dan tindakan lain yang sesuai; pencegahan primer penyakit jantung koroner pada pria; usia 35 - 59 tahun dengan hiperkolesterolemia primer yang tidak responsif terhadap diet dan tindakan lain yang relevan; pruritus akibat obstruksi empedu parsial dan sirosis empedu primer.

Peringatan: 

lihat keterangan di atas; kehamilan dan menyusui.

Kontraindikasi: 

obstruksi empedu total (kemungkinan tidak akan efektif).

Efek Samping: 

lihat keterangan di atas; asidosis hiperkloremik dilaporkan pada penggunaan yang lama.

Dosis: 

penurunan lipid (setelah pemberian awal selama 3-4 minggu) 8-24 g sehari dalam air (atau cairan lain yang sesuai) dalam dosis tunggal atau 4 dosis terbagi, jika perlu sampai dengan 36 g sehari. Pruritus, 4-8 g sehari dalam air (atau cairan lain yang cocok).