2.10 Hipolipidemik

Perlu dilakukan tindakan untuk mencegah penyakit kardiovaskuler pada pasien dengan risiko tinggi aterosklerosis. Pasien yang berisiko tinggi meliputi pasien yang mempunyai penyakit aterosklerosis atau pasien diabetes yang berusia lebih dari 40 tahun.

Tindakan pencegahan diperlukan juga untuk pasien yang mempunyai risiko tinggi mengalami penyakit aterosklerosis kardiovaskuler; besarnya risiko dievaluasi berdasarkan pada kadar lipid beserta faktor risiko yang lain seperti merokok, tekanan darah tinggi, gangguan toleransi glukosa, laki-laki, usia, menopause dini, etnis, obesitas, peningkatan kadar trigliserida, dan riwayat keluarga menderita penyakit kardiovaskuler pada usia muda. Pada pasien dengan risiko mengalami penyakit kardiovaskuler pada 10 tahun mendatang sebesar 20% atau lebih, perlu diberikan pengobatan.

Aterosklerosis yang mulai terjadi pada waktu anak-anak dan peningkatan kolesterol serum pada anak-anak dapat menyebabkan penyakit kardiovaskuler ketika dewasa. Penurunan kolesterol, tanpa mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak- anak dan remaja, dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskuler pada kehidupan selanjutnya.

Intervensi diet merupakan pengobatan utama hiperkolesterolemia pada anak-anak. Tujuannya adalah untuk menurunkan risiko aterosklerosis sambil tetap memastikan pertumbuhan dan perkembangan tetap normal. Juga tetap disarankan perubahan gaya hidup. Pada anak-anak dengan riwayat hiperkolesterolemia familial, riwayat keluarga dengan penyakit kardiovaskuler merupakan faktor yang penting dalam mempertimbangkan mulai diberikannya obat hipolipidemik. Pada anak, hiperkoles-terolemia familial jarang terjadi dan diperlukan penanganan oleh dokter spesialis.

Penurunan Low Density Lipoprotein (LDL) dan peningkatan High Density Lipoprotein (HDL) dapat memperlambat memburuknya aterosklerosis dan dapat menginduksi regresi. Perubahan gaya hidup dan diet dapat memberikan manfaat. Pengobatan menggunakan obat hipolipidemik harus dikombinasikan dengan diet dan perubahan gaya hidup, penurunan tekanan darah (lihat bagian 2.3), penggunaan asetosal dosis rendah (lihat bagian 2.7) dan penanganan diabetes melitus (lihat bagian 6.1).

Ada beberapa kondisi, sebagian di antaranya herediter, dimana kadar kolesterol atau trigliserida plasma, atau keduanya sangat tinggi. Di antara lima kategori hiperlipidemia, yang paling lazim dijumpai adalah Tipe II (hiperkolesterolemia familial, dimana kolesterol berikatan dengan lipoprotein dan meningkatkan kadar lipoprotein densitas rendah-Low Density Lipoprotein = LDL) dan Tipe IV (dimana kadar trigliserida serum dan kadar lipoprotein densitas sangat rendah-very low density lipoprotein = VLDL meningkat. Apabila intervensi diet saja selama 6-12 bulan telah gagal, terapi obat diindikasikan pada anak berusia lebih dari 6 tahun yang mempunyai risiko tinggi penyakit kardiovaskuler. Diet dan pemantauan gaya hidup harus tetap dilanjutkan meskipun telah diberikan obat hipolipidemik.

Obat hipolipidemik dipertimbangkan apabila intervensi diet gagal untuk menurunkan kolesterol secara bermakna; tetapi data penggunaan pada anak-anak masih terbatas karena itu obat-obat tersebut sebaiknya diberikan oleh dokter spesialis.

Statin efektif untuk menurunkan risiko kejadian penyakit jantung pada derajat dislipidemia berapapun. Statin merupakan obat pilihan untuk mengobati hiperkolesterolemia dan hipertrigliserida sedang. Hipertrigliserida berat yang tidak cukup diatasi dengan pemakaian statin dosis maksimal perlu tambahan obat hipolipidemik seperti ezetimib dan kolestiramin, tetapi pengobatan ini umumnya harus diawasi oleh dokter spesialis.

Beberapa kondisi, diantaranya bersifat genetik, ditandai dengan kadar LDL yang sangat tinggi, kadar trigliserida tinggi, maupun keduanya. Fibrat ditambahkan pada terapi statin apabila trigliserida tetap tinggi meskipun kadar kolesterol LDL telah cukup penurunannya; asam nikotinat dapat juga digunakan lebih lanjut untuk menurunkan kadar trigliserida atau LDL kolesterol. Kombinasi statin dengan fibrat maupun dengan asam nikotinat dapat meningkatkan efek samping (seperti rabdomiolisis) dan harus digunakan di bawah pengawasan dokter spesialis; diperlukan pemantauan fungsi ginjal dan kreatinin kinase. Penggunaan bersama gemfibrosil dengan statin dapat meningkatkan risiko rabdomiolisis, karena itu kombinasi ini tidak boleh digunakan.

Untuk pencegahan penyakit kardiovaskuler pada pasien dengan risiko tinggi, pengobatan menggunakan obat hipolipidemik harus disesuaikan untuk mencapai target kadar kolesterol total kurang dari 4 mmol/L (=150 mg/dL) (atau penurunan sebesar 25%) dan target kadar kolesterol LDL kurang dari 2 mmol/L (= 77 mg/dL) (atau penurunan sebesar 30%).

Pasien dengan hipotiroid harus menerima terapi sulih tiroid yang cukup sebelum dievaluasi kebutuhan terhadap pengobatan dengan obat hipolipidemik karena dengan mengkoreksi hipotiroid itu sendiri kemungkinan dapat menormalkan lipid. Pemberian obat hipolipidemik pada pasien hipotiroid yang tidak diterapi meningkatkan risiko miositis.

Fibrat digunakan untuk hipertrigliseridemia, sedangkan statin atau fibrat dapat digunakan, sendiri atau bersama, digunakan untuk mengobati hiperlipidemia campuran.

Bukti penggunaan golongan fibrat (bezafibrat maupun fenofibrat) pada anak-anak masih terbatas; oleh karena itu fibrat sebaiknya hanya diberikan apabila intervensi diet dan pengobatan dengan statin dan resin penukar ion tidak berhasil.

Hiperlipidemia yang berat seringkali memerlukan kombinasi obat-obat hipolipidemik seperti resin penukar anion dengan fibrat, statin, atau asam nikotinat. Kombinasi statin dengan asam nikotinat atau fibrat meningkatkan resiko terjadinya efek samping (termasuk rabdomiolisis) dan harus digunakan dengan hati-hati.