Gas Beracun

Karbon monoksida. Keracunan karbon monoksida biasanya disebabkan oleh terhirupnya asap, gas buangan kendaraan bermotor, atau asap dari cerobong yang tertutup atau pembakaran bahan bakar yang tak sempurna dalam ruang tertutup. Efek toksiknya sepenuhnya disebabkan oleh hipoksia.

Penanganan segera sangat penting. Korban sebaiknya segera dipindahkan ke udara terbuka, bersihkan jalan napas, dan segera berikan oksigen 100% dengan menggunakan masker yang ketat (tight-fitting). Napas buatan sebaiknya diberikan bila diperlukan sampai timbul pernapasan spontan yang adekuat, dan dihentikan hanya setelah penanganan henti jantung yang efisien telah gagal. Korban disarankan untuk dirawat di rumah sakit karena komplikasi dapat timbul setelah berjam-jam atau berhari-hari. Udema serebri sebaiknya diantisipasi pada keracunan berat dan diatasi dengan infus manitol intravena (bagian 2.5.4). Metode oksigen hiperbarik sebaiknya didiskusikan dengan Sentra Informasi Keracunan bila korban dalam keadaan tak sadarkan diri, atau menunjukkan tanda-tanda psikiatrik atau neurologik selain sakit kepala, atau menunjukkan iskemia miokardia atau aritmia, atau kadar karboksihemoglobin darah lebih dari 20%, atau pasien sedang hamil.

Sulfur dioksida, klorin, fosgen, amonia Semua gas tersebut dapat menimbulkan iritasi saluran pernapasan atas dan konjungtiva. Udem paru dengan sesak napas berat dan sianosis dapat berkembang dengan tiba-tiba hingga 36 jam setelah pemaparan. Dapat terjadi kematian. Pasien sebaiknya terus diobservasi dan mereka yang mengalami udem paru diberi oksigen. Assisted ventilation mungkin perlu untuk kasus yang paling serius.