Logam Berat

Antidotum logam berat meliputi dimerkaprol, penisilamin, dan natrium kalsium edetat. Antidotum lain untuk keracunan logam berat meliputi succimer (DMSA) dan unithiol (DMPS); penggunaannya dapat bermanfaat pada kasus tertentu dan sebaiknya diperoleh saran dari Sentra Informasi Keracunan.

Monografi: 

DIMERKAPROL

Indikasi: 

keracunan antimon, arsen, bismut, emas, merkuri, dan mungkin talium; sebagai terapi tambahan (dengan natrium kalsium edetat) dalam keracunan timbal.

Peringatan: 

hipertensi, gangguan ginjal (hentikan atau gunakan dengan sangat hati-hati bila terjadi gagal ginjal dalam pengobatan), lansia, wanita hamil atau menyusui.

Kontraindikasi: 

tidak dianjurkan pada keracunan zat besi, kadmium, selenium; kerusakan hati yang berat (kecuali bila keracunan disebabkan oleh arsen).

Efek Samping: 

hipertensi, takikardia, malaise, mual, muntah, salivasi, lakrimasi, berkeringat, rasa terbakar (mulut, tenggorokan, dan mata), sesak, rasa tercekik pada tenggorokan dan dada, sakit kepala, kejang otot, nyeri lambung, kesemutan, demam pada anak, sakit lokal dan abses pada tempat injeksi.

Dosis: 

injeksi intramuskular, DEWASA dan ANAK 2,5-3 mg/kg bb tiap 4 jam untuk 2 hari, 2-4 kali pada hari ketiga, kemudian 1-2 kali tiap hari selama 10 hari atau hingga pulih.

PENISILAMIN

Indikasi: 

keracunan timbal.

Peringatan: 

lihat bagian 10.1.3.

Kontraindikasi: 

lihat bagian 10.1.3.

Efek Samping: 

lihat bagian 10.1.3.

Dosis: 

1-2 gram setiap hari dalam dosis yang dibagi 3 sebelum makan sampai urin yang mengandung timbal stabil sekurangnya 500 mcg/hari; ANAK 20 mg/kg bb dalam dosis yang dibagi.

NATRIUM KALSIUM EDETAT

Indikasi: 

keracunan logam berat, terutama timbal.

Peringatan: 

gangguan ginjal.

Efek Samping: 

mual, diare, nyeri abdomen, nyeri pada tempat injeksi, tromboflebitis jika diberikan terlalu cepat, kerusakan ginjal terutama pada kasus keracunan; hipotensi, lakrimasi, mialgia, kongesti nasal, bersin, malaise, haus, demam, kedinginan, juga pernah dilaporkan terjadinya sakit kepala.

Dosis: 

infus intravena, DEWASA dan ANAK, sampai 40 mg/kg bb 2 kali sehari selama 5 hari, diulang jika diperlukan dapat diulang setelah 48 jam.
Pemberian: untuk infus intravena, encerkan dengan glukosa 5% atau natrium klorida 0,9% sampai kadar tidak melebihi 30 mg/mL; berikan sekurangnya 1 jam.