BUPIVAKAIN

Kelebihan utama bupivakain dibanding anestetik lokal lain adalah kerja yang lebih lama. Mula kerjanya lebih lambat, dibutuhkan sampai 30 menit untuk mencapai efeknya secara penuh. Sering digunakan untuk blokade lumbar epidural dan secara khusus sesuai untuk analgesik epidural yang terus menerus pada proses melahirkan. Bupivakain adalah obat pilihan untuk anestetik spinal.

Monografi: 

BUPIVAKAIN HIDROKLORIDA

Indikasi: 

lihat pada Dosis.

Peringatan: 

lihat pada lignokain hidroklorida dan keterangan di atas; depresi miokardial mungkin lebih parah dan lebih resisten terhadap pengobatan.

Interaksi: 

lihat Lampiran 1 (Bupivakain).

Kontraindikasi: 

lihat pada lignokain hidroklorida dan keterangan di atas; anestesi regional intravena (Bier's block).

Efek Samping: 

lihat pada lignokain hidroklorida dan keterangan di atas.

Dosis: 

diubah sesuai dengan bobot pasien, dan sifat tindak bedah- penting: lihat pada Pemberian, di atas.

Infiltrasi lokal, 0,25% (hingga 60 mL).
Bloking syaraf periferal, 0,25% (maksimum 60 mL), 0,375% (maksimum 40 mL) 0,5% (maksimum 30 mL).
Blokade epidural
Pembedahan, lumbal, 0,5-0,75% (maksimum 20 mL dengan salah satu dari dua cara di atas), kaudal, 0,5% (maksimum 30 mL).
Persalinan, lumbal, 0,25-0,5 % (maksimum 12 mL dengan salah satu dari dua cara di atas), kaudal, tapi jarang digunakan, 0,25% (maksimum 20 mL), 0,375% (maksimum 20 mL), 0,5% (maksimum 20 mL).
Catatan. Larutan 0,75% tidak boleh digunakan pada blokade epidural dalam obstetriks.
Penting: dosis yang diizinkan tersebut di atas mungkin tidak sesuai untuk keadaan tertentu, maka saran ahli harus dimintakan.