ANESTETIK LOKAL LAIN

Benzokain adalah anestetik lokal dengan potensi dan toksisitas rendah. Benzokain terkandung dalam beberapa tablet hisap (proprietary throat lozenges) (lihat 12.3.3).
Kokain menembus membran mukosa dan merupakan anestetik permukaan dengan efek vasokonstriksi kuat. Walaupun demikian, selain kegunaannya dalam otolaringologi (lihat dibawah), saat ini penggunaannya telah digantikan dengan anestetik lokal lain yang kurang toksik. Kokain mempunyai aktivitas simpatomimetik yang kuat, jangan sekali-kali diberikan melalui injeksi karena toksisitasnya. Akibat perangsangan kuat pada sistem syaraf pusat, kokain merupakan obat yang menimbulkan adiksi (ketergantungan). Obat ini masih dipakai dalam otolaringologi dan diberikan pada mukosa nasal dalam kadar 4 sampai 10% (40–100 mg/mL). Dosis total maksimum yang dianjurkan untuk aplikasi mukosa nasal pada pasien sehat dewasa adalah 1.5 mg/kg bb, yang setara dengan dosis topikal total sekitar 100 mg untuk pria dewasa. Hanya boleh digunakan oleh mereka yang dibutuhkan untuk menekan absorpsi serendah mungkin dan dalam mengatasi risiko aritmia. Walaupun kokain berinteraksi dengan obat lain yang bertanggung jawab menginduksi aritmia, seperti adrenalin, beberapa otolaringologis mempertimbangkan pemakaian kombinasi antara kokain topikal dan adrenalin topikal (dalam bentuk pasta atau larutan) dapat memperluas bidang anestesia dan mungkin mengurangi absorpsi. Kokain merupakan midriatikum sekaligus anestetik lokal, tetapi karena toksisitas kornealnya, sekarang jarang digunakan dalam optalmologi. Kokain sebaiknya dihindarkan pada porfiria.