15.1.6 Antikolinesterase Pada Anestesia

Antikolinesterase melawan efek obat pelemas otot nondepolarisasi (kompetitif) seperti pankuronium, tetapi antikolinesterase memperlama kerja pelemas otot depolarisasi suksametonium.

Edrofonium memiliki efek selintas dan dapat digunakan untuk diagnosis kecurigaan terjadinya blok ganda akibat penggunaan suksametonium. Juga digunakan untuk mendiagnosis miastenia gravis pada anak.

Neostigmin lama kerjanya lebih lama daripada edrofonium. Neostigmin adalah obat spesifik untuk melawan blokade non- depolarisasi (kompetitif). Neostigmin bekerja dalam waktu 1 menit setelah pemberian injeksi intravena dan bertahan selama 20–30 menit; mungkin diperlukan dosis kedua. Atropin atau glikopironium (lihat 15.1.3) diberikan sebelum atau dengan neostigmin untuk mencegah bradikardia, salivasi berlebihan, atau efek muskarinik lain dari neostigmin.

Monografi: 

NEOSTIGMIN METILSULFAT

Indikasi: 

lihat pada Dosis.

Peringatan: 

lihat bagian 10.2.1 dan keterangan di atas; sebaiknya juga diberikan atropin.

Interaksi: 

lihat Lampiran 1.

Kontraindikasi: 

lihat bagian 10.2.1 dan keterangan di atas.

Efek Samping: 

lihat bagian 10.2.1 dan keterangan di atas.

Dosis: 

penghilangan blokade saraf otot non depolarisasi, dengan injeksi intravena dalam 1 menit, 50-70 mcg/kg bb (maksimum 5 mg) setelah atau dengan atropin sulfat 0,6-1,2 mg. Miastenia gravis, lihat 10.2.1.