15.1.4 Sedatif dan Analgesik Perioperatif

5.1.4.1 Ansiolitik dan neuroleptik
5.1.4.2 Analgesik non-opioid
5.1.4.3 Analgesik opioid

Obat-obat ini diberikan untuk mengurangi kegelisahan pasien menjelang pembedahan (termasuk pada malam sebelum operasi), untuk mengurangi rasa sakit dan tidak nyaman, dan untuk memperkuat efek anestetik yang dipakai sesudahnya. Beberapa obat yang dipakai juga memberikan sedikit amnesia prabedah.

Pilihan obat bisa berbeda tergantung dari pasien, prosedur operasi, jenis anestetik yang akan digunakan, dan kondisi lain seperti pasien berobat jalan, tindakan obstetri, fasilitas fase pemulihan, dan lain-lain. Pilihan juga berbeda dalam bedah elektif dan darurat. Premedikasi dengan sedatif tidak boleh diberikan pada anak dengan compromised airway, depresi pernafasan atau riwayat apnoe.

TINDAKAN PREMEDIKASI ADA ANAK.
Bila mungkin, pemberian obat secara oral lebih disukai dibandingkan suntikan, tetapi hasilnya tidak selalu memuaskan; pemberian secara rektal hanya digunakan pada keadaan-keadaan khusus. Alimemazin oral (trimeprazin) masih digunakan, tetapi bila diberikan secara tunggal dapat menimbulkan restlessness pasca bedah ketika rasa sakit timbul.
Dapat dipertimbangkan penggunaan krim anestetik lokal untuk mengurangi nyeri pada tempat penyuntikan.

ANESTETIK DAN MENGEMUDI.
Lihat 15.1.