15.1.3 Antimuskarinik

Obat-obat antimuskarinik sekarang jarang digunakan sebagai premedikasi untuk mengeringkan sekret bronkus dan saliva yang meningkat akibat intubasi, operasi saluran nafas bagian atas dan anestetik inhalasi. Obat ini tidak boleh digunakan pada anak dengan cystic fibrosis. Obat ini juga dipakai sebelum atau bersama dengan neostigmin (lihat 15.1.6) untuk mencegah bradikardia, salivasi yang berlebihan, dan efek muskarinik lain dari neostigmin. Obat ini juga digunakan untuk mencegah bradikardia dan hipotensi yang menyertai penggunaan anestetik golongan halotan, propofol, dan suksametonium.

Atropin saat ini jarang digunakan untuk premedikasi tetapi masih bermanfaat sebagai tindakan darurat dalam mengatasi efek samping perangsangan vagus. Resusitasi kardiopulmoner, lihat 2.11.3.

Hiosin mengurangi sekresi dan juga menimbulkan sedikit amnesia, sedasi, dan efek antiemetik. Berbeda dengan atropin, hiosin menimbulkan bradikardia daripada takikardia. Pada beberapa pasien, khususnya pasien lansia, hiosin dapat menimbulkan sindrom antikolinergik sentral (kegelisahan, ataksia, halusinasi, perilaku abnormal, dan mengantuk).

Glikopironium menurunkan sekresi saliva. Pemberian secara intravena lebih jarang menimbulkan takikardia dibandingkan atropin. Dipakai secara luas bersama dengan neostigmin untuk melawan efek pelemas otot yang bersifat nondepolarisasi (lihat 15.1.5) Glikopironium atau hiosin hidrobromida juga digunakan untuk mengendalikan sekresi saluran nafas bagian atas atau hipersaliva pada pengobatan paliatif dan pada anak yang tidak dapat mengendalikan posture atau anak dengan abnormalitas reflek menelan. Dosis efektif bervariasi dan dapat terjadi toleransi.

Monografi: 

ATROPIN SULFAT

Indikasi: 

mengeringkan sekret, melawan bradikardi yang berlebihan; bersama dengan neostigmin untuk mengembalikan penghambatan neuromuskuler kompetitif; indikasi lain, lihat 1.2, 11.3.

Peringatan: 

penyakit kardiovaskuler; lihat juga bagian 1.2.
LAMA KERJA OBAT. Meskipun atropin mempunyai lama kerja yang lebih pendek dibanding neostigmin, dapat terjadi late unopposed bradycardia; diperlukan pemantauan kondisi pasien.

Interaksi: 

lihat Lampiran 1 (antimuskarinik).

Kontraindikasi: 

lihat bagian 1.2.

Efek Samping: 

takikardi; lihat juga bagian 1.2.

Dosis: 

sebagai premedikasi, injeksi intravena, 300-600 mcg 30 hingga 60 menit segera sebelum induksi anestetik, dan dengan peningkatan dosis setiap kali 100 mcg untuk pengobatan bradikardia.
Melalui injeksi intramuskuler, 300-600 mcg 30 hingga 60 menit sebelum induksi; anak: 20 mcg/kg bb.
Untuk mengendalikan efek muskarinik neostigmin dalam melawan blok neuromuskuler kompetitif, dengan injeksi intravena, 0,6-1,2 mg.