15.1.1 Anestetik Intravena

Anestetik intravena dapat digunakan baik untuk induksi anestesia maupun pemeliharaan anestesia selama tindakan operasi. Anestetik intravena hampir seluruhnya menghasilkan efek dalam waktu satu masa sirkulasi lengan-otak (arm-brain circulation time) dan dapat menyebabkan apneu dan hipotensi, karenanya harus selalu tersedia fasilitas resusitasi yang memadai. Anestetik intravena ini tidak boleh diberikan bila anestesiolog tidak yakin dapat mempertahankan bebasnya jalan nafas, contohnya dalam kasus tumor pada faring atau laring dan pada pasien dengan kegagalan sirkulasi akut (syok) atau fixed cardiac output. Kebutuhan tiap individu amat beragam dan dosis yang direkomendasikan di sini hanyalah sebagai panduan. Dosis yang lebih kecil diindikasikan untuk pasien yang sakit berat, syok, atau pasien debilitasi dan pada gangguan hati yang signifikan, sementara pasien yang lebih kuat mungkin memerlukan dosis lebih besar. Untuk memfasilitasi intubasi trakea, induksi diikuti oleh obat pemblok neuromuskular.

ANESTETIK INTRAVENA TOTAL

Merupakan teknik anestesia pada pembedahan mayor, di mana seluruh anestetik diberikan secara intravena. Respirasi dikendalikan, paru-paru diberi udara kaya oksigen. Pelemas otot digunakan untuk menimbulkan relaksasi dan mencegah gerakan refleks otot. Masalah utama yang harus diatasi adalah penilaian kedalaman anestetik.

 

ANESTETIK DAN MENGEMUDI.

Lihat pada halaman sebelumnya.

 

BARBITURAT

Natrium tiopental (Natrium tiopenton) adalah anestetik yang banyak digunakan, tetapi zat ini tidak memiliki sifat analgesik. Induksi biasanya berlangsung lancar dan cepat tetapi dapat menyebabkan depresi kardiorespiratori yang dose-related. Pemulihan kesadaran dari pembiusan dengan tiopental dosis sedang dapat terjadi cepat karena obat mengalami redistribusi di dalam jaringan. Walaupun demikian, metabolisme berlangsung lambat dan efek sedatifnya bertahan sampai 24 jam. Dosis berulang menimbulkan efek kumulatif dan pemulihan berlangsung lebih lambat.

Monografi: 

NATRIUM TIOPENTON (NATRIUM TIOPENTAL)

Indikasi: 

induksi anestesi umum; anestesi jangka waktu singkat.

Peringatan: 

lihat keterangan di atas; penyakit kardiovaskuler; gangguan fungsi hati (lihat Lampiran 2); setelah direkonstitusi sediaan menjadi sangat basa-ekstravasasi dapat menyebabkan nekrosis jaringan dan nyeri berat; hindari injeksi intraarteri; kehamilan (lihat Lampiran 4).

Interaksi: 

Lampiran 1 (anestetik umum).

Kontraindikasi: 

lihat keterangan di atas; porfiria, myotonic dystrophy; menyusui (lihat Lampiran 5).

Efek Samping: 

aritmia, depresi miokard, spasme laring, batuk, bersin, reaksi hipersensitivitas, ruam, reaksi pada tempat penyuntikan; dosis berlebih dikaitkan dengan hipotermia dan cenderung menyebabkan gangguan fungsi serebral.

Dosis: 

injeksi intravena sebagai larutan 2,5%, pada pasien dewasa sehat dengan premedikasi, awalnya 100-150 mg (dikurangi pada pasien lansia atau sakit berat) selama 10-15 detik (lebih lama pada pasien lansia atau sakit berat) dilanjutkan dengan dosis tambahan bila perlu tergantung respons setelah 30-60 detik; atau hingga 4 mg/kg bb; anak: untuk induksi: 2-7 mg/kg bb.