IMUNOGLOBULIN ANTI-D (Rho)

Imunoglobulin Anti-D digunakan untuk mencegah agar ibu rhesus-negatif tidak membentuk antibodi terhadap sel janin rhesus-positif yang memasuki sirkulasi ibu ketika dilahirkan atau ketika abortus. Harus disuntikkan dalam waktu 72 jam setelah kelahiran atau aborsi, tetapi bila sudah lebih lama pun masih dapat memberi perlindungan dan harus diberikan. Tujuannya adalah untuk memberi perlindungan bagi anak yang mungkin akan lahir berikutnya dari bahaya penyakit hemolitik.

Catatan.
Vaksin Rubela dapat diberikan dalam masa pasca melahirkan bersamaan dengan injeksi imunoglobulin anti-D (Rho) dengan syarat digunakan alat suntik yang berbeda dan disuntikkan lengan kontralateral. Tes darah harus dilakukan tidak lebih cepat dari 8 minggu setelah suntikan untuk memastikan bahwa antibodi rubela telah diproduksi. Bila diperlukan transfusi darah, imunisasi harus ditunda 3 bulan.

Vaksin MMR tidak boleh diberikan dalam 3 bulan setelah injeksi imunoglobulin anti-D (Rho).

Monografi: 

Imunoglobulin Anti-D (Rho)

Dosis: 

secara injeksi intramuskular, untuk wanita rhesus negatif untuk pencegahan sensitisasi Rho(D): Setelah aborsi atau kelahiran bayi rhesus-positif, 500 unit segera atau dalam 72 jam; untuk perdarahan tranplasenta yang berisi lebih dari 4-5 mL sel darah merah janin, diperlukan tambahan 100-125 unit per mL sel darah merah janin. Setelah setiap episode sensitisasi (contohnya lahir mati, amniocentesis), sampai kehamilan 20 minggu suntikkan 250 unit setiap episode (setelah 20 minggu, 500 unit) segera atau dalam 72 jam.Setelah transfusi darah Rho incompatible, suntikkan 125 unit per mL sel darah merah rhesus-positif yang ditransfusikan.Profilaksis antenatal, 500 unit dapat diberikan pada kehamilan minggu ke-28 dan 34; masih diperlukan dosis selanjutnya segera atau dalam 72 jam setelah kelahiran.