INTRAVENA

Formulasi khusus untuk pemberian intravena tersedia untuk terapi pengganti pada pasien dengan agammaglobulinemia kongenital dan hipogammaglobulinemia, untuk pencegahan purpura trombositopenik idiopatik dan sindrom Kawasaki, dan untuk profilaksis infeksi setelah transplantasi sumsum tulang. Imunoglobulin intravena juga digunakan pada terapi Guilain-Bame Syndrome pada penggantian plasma.

Monografi: 

IMUNOGLOBULIN

Indikasi: 

imunodefisiensi humoral primer; purpura trombositopenik idiopatik (ITP).

Peringatan: 

dapat menyebabkan penurunan tekanan darah dan anafilaksis, walaupun pasien tersebut tidak sensitif terhadap sediaan imunoglobulin.

Kontraindikasi: 

riwayat anafilkasis atau respon sistemik berat terhadap imunoglobulin manusia; riwayat antibodi IgA karena kemungkinan timbul reaksi berat terhadap IgA.

Efek Samping: 

malaise; perasaan pingsan, demam, chills, sakit kepala, mual, muntah, chest tightness, dyspnea and chest, sakit punggung.

Dosis: 

imunodefisiensi humoral primer: 100-200 mg/kg bb (2-4 mL/kg bb); ITP: induksi 400 mg/kg bb selama 5 hari atau 1000 mg/kg bb/hari selama 1-2 hari berturut-turut; Pemeliharaan ITP: 400 mg/kg bb infus tunggal, jika belum tercapai respon yang adekuat maka diberi 800 - 1000 mg/kg bb.