VAKSIN VARISELA-ZOSTER

Vaksin virus hidup varisela-zoster (galur OKA) yang dilemahkan terdapat dalam bentuk bubuk kering (lyophilised). Bentuk ini kurang stabil dibandingkan vaksin virus hidup lain, sehingga memerlukan suhu penyimpanan tertentu. Vaksin harus disimpan sesuai dengan petunjuk dalam informasi produk. Vaksin varisela-zoster yang beredar di Indonesia dapat disimpan pada suhu 20C-80C. Bagi anak hanya diperlukan 1 dosis, sedang individu immunocompromised serta remaja (sama atau di atas 13 tahun) dan dewasa memerlukan 2 dosis, selang 1-2 bulan. Vaksin varisela diberikan mulai umur masuk sekolah 5 tahun, dosis 0,5 mL secara subkutan, dosis tunggal. Atas pertimbangan tertentu vaksinasi varisela dapat diberikan setelah umur >1 tahun. Pada anak ≥ 13 tahun vaksin dianjurkan untuk diberikan dua kali selang 1 bulan. Pada keadaan terjadi kontak dengan kasus varisela, untuk pencegahan vaksin dapat diberikan dalam waktu 72 jam setelah penularan (dengan persyaratan: tidak terjadi kontak lagi).

Vaksin varisela tidak dapat diberikan pada keadaan demam tinggi, hitung limfosit kurang dari 1200/mcL atau adanya bukti defis iens i imun s elular s eperti s elama pengobatan induksi penyakit keganasan atau fase radioterapi, pasien yang mendapat pengobatan dosis tinggi kortikosteroid (2 mg/kg bb per hari atau lebih). Vaksin ini juga dikontraindikasikan bagi pasien yang alergi pada neomisin.