VAKSIN ROTAVIRUS

Monografi: 

VAKSIN ROTAVIRUS

Indikasi: 

pencegahan gastro-enteritis yang disebabkan Rotavirus serotipe G1 dan non-G1 (seperti G2, G3, G4, G9).

Peringatan: 

pasien yang mempunyai penyakit yang sangat berhubungan dengan sistem imun misalnya penderita keganasan, immuno compromised, atau sedang menggunakan obat imunosupresi. Tunda pemberian jika sedang mengalami diare atau muntah.

Interaksi: 

Pemberian bersamaan dengan vaksin polio oral tidak mempengaruhi respon imun dari antigen polio, namun menurunkan respon imun vaksin rotavirus sehingga pemberian diberikan dalam jarak 2 minggu.
Tidak terdapat interaksi jika diberikan bersamaan dengan vaksin monovalen atau vaksin kombinasi [termasuk vaksin heksavalen (DTPa-HBV-IPV/Hib)]: vaksin difteri-tetanus-pertusis aselular (DTPa), vaksin Haemophillus influenza tipe b (Hib), vaksin polio yang dilemahkan (IPV), vaksin hepatitis B (HBV), dan vaksin pneumococcal.

Kontraindikasi: 

riwayat hipersensitif terhadap vaksin rotavirus.

Efek Samping: 

iritabilitas, kehilangan nafsu makan, diare, muntah, kembung, nyeri perut, regurgitasi makanan (naiknya makanan dari kerongkongan atau lambung tanpa disertai rasa mual), demam, rewel, menangis, gangguan tidur, kelelahan, konstipasi.

Dosis: 

vaksin rotavirus hanya diberikan melalui per oral. Satu paket terdiri dari dua dosis. Dosis pertama dapat diberikan sejak bayi berumur 6 minggu, dosis selanjutnya berjarak setidaknya 4 minggu setelah dosis pertama. Sebaiknya dosis vaksin diberikan secara lengkap sebelum bayi berusia 16 minggu, atau paling lama sudah lengkap pada saat bayi berusia 24 minggu.