VAKSIN KOLERA

Vaksin kolera (oral) mengandung strain Inaba yang diinaktivasi (termasuk biotipe El-Tor) dan strain Ogawa dari Vibrio cholerae serogrup O1 dan juga mengandung subunit B dari toksin kolera rekombinan yang dihasilkan dalam strain Inaba dari V. cholerae, serogrup O1.

Vaksin kolera oral diindikasikan untuk wisatawan yang berkunjung ke daerah endemik atau epidemik, berdasarkan rekomendasi yang diberikan (lihat bagian 14.6). Imunisasi harus sudah selesai sedikitnya 1 minggu sebelum potensi paparan. Tetapi, tidak ada persyaratan untuk vaksinasi kolera untuk perjalanan internasional. WHO tidak merekomendasikan pemberian vaksin kolera (injeksi) yang diinaktivasi karena hanya memberikan proteksi sampai dengan 50%. Imunisasi vaksin kolera tidak memberikan proteksi 100% dan semua wisatawan yang berkunjung ke negara yang ada kolera harus diperingatkan untuk memperhatikan makanan, air, dan kebersihan individu.

Peringatan dan efek samping: Makanan, minuman, dan obat oral lain harus dihindari 1 jam sebelum dan sesudah imunisasi. Efek samping vaksin kolera oral adalah diare, sakit perut, sakit kepala; efek samping yang jarang adalah mual, muntah, tidak nafsu makan, pusing, demam dan gangguan saluran napas.

Monografi: 

Vaksin Kotipa (kombinasi vaksin kolera, tifus dan paratifus)

Dosis: 

dosis pertama, seperti dijelaskan pada label, biasanya 0,5 mL dengan cara injeksi subkutan dalam atau injeksi intramuskular; dosis kedua, setelah paling sedikit 1 minggu dan lebih baik 4 minggu, 1 mL; booster setiap 6 bulan bila terjadi pemaparan yang terus menerus; ANAK usia 1-5 tahun 0,1 mL, dosis kedua 0,3 mL, usia 5-10 tahun 0,3 mL, dosis kedua 0,5 mL.