VAKSIN HEPATITIS B

Vaksin hepatitis B mengandung antigen permukaan virus hepatitis B yang diinaktifkan (HBsAg) dan dijerap pada adjuvan aluminium hidroksida. Dibuat secara biosintetis menggunakan teknologi DNA rekombinan. Vaksin digunakan pada individu yang memiliki risiko tinggi tertular hepatitis B.

Yang termasuk kelompok berisiko tinggi meliputi:

  • pengguna suntikan obat terlarang; pasangan seksualnya dan kontak dalam rumah tangga;
  • individu dengan perilaku seksual yang berisiko, seperti sering berganti pasangan seksual;
  • keluarga dekat pasien atau yang merupakan pembawa;
  • bayi lahir dari ibu yang mengalami hepatitis B selama kehamilan, atau positif untuk antigen permukaan hepatitis B dan e-antigen atau antigen permukaan positif tanpa e-markers (atau bila belum ditentukan); vaksinasi hepatitis B dimulai segera setelah melahirkan dan imunoglobulin hepatitis B diberikan pada waktu bersamaan dengan vaksinnya (sebaiknya pada tempat yang berbeda). Bayi yang lahir dari ibu yang positif untuk antigen permukaan hepatitis B dan untuk antibodi e-antigen cukup mendapat vaksin saja tetapi bayi dengan berat badan 1,5 kg atau kurang harus mendapat immunoglobulin tanpa melihat status e- antigen antibodi dari ibunya;
  • pasien hemofilia yang menerima transfusi darah atau produk darah secara teratur, dan perawat yang bertanggung jawab untuk pemberian produk tersebut;
  • pasien dengan gagal ginjal kronis; termasuk pasien hemodialisis. Antibodi pasien hemodialisis harus dimonitor setiap tahun dan di re-imunisasi jika perlu. Perawat pasien dialisis di rumah yang negatif antigen permukaan hepatitis B harus diimunisasi;
  • Individu dengan penyakit hati kronik;
  • personel pelayan kesehatan yang berkontak langsung dengan darah atau cairan tubuh yang tercemar darah atau jaringan pasien;
  • grup risiko lain seperti orang bekerja di rumah duka dan pembalseman;
  • staf dan pasien di pusat daycare atau asrama untuk mereka yang terbelakang dan kesulitan belajar;
  • staf dan penghuni rumah tahanan;
  • wisatawan ke daerah prevalensi tinggi atau sedang merencanakan untuk tinggal di sana untuk jangka waktu yang lama dan oleh karena itu berisiko tinggi untuk terinfeksi;
  • keluarga yang mengadopsi anak dari negara dengan prevalensi tinggi atau sedang hepatitis B.

Harus diingat bahwa imunisasi memerlukan waktu 6 bulan untuk memberikan perlindungan yang memadai; lamanya kekebalan tidak diketahui secara tepat; tetapi dosis booster tunggal 5 tahun setelah imunisasi primer mungkin cukup untuk mempertahankan kekebalan bagi mereka yang terus berada dalam risiko tertular.

Petunjuk lebih lanjut diberikan dalam memorandum Imunisasi terhadap Penyakit Infeksi. Imunisasi tidak menghilangkan kebutuhan untuk berhati-hati dalam menghindari risiko infeksi dari karier yang telah jelas diketahui. Inokulasi dengan darah yang tercemar virus hepatitis B ke dalam luka, insisi, bekas tusukan jarum, atau abrasi dapat menyebabkan infeksi, sedangkan paparan tak langsung pada karier tidak akan menyebabkan infeksi.

Imunoglobulin hepatitis B (HBIG) spesifik tersedia untuk digunakan bersama dengan vaksin pada mereka yang tanpa sengaja terinfeksi dan pada bayi baru lahir (neonatus) yang memiliki risiko khusus untuk terinfeksi tertentu (seksi 14.5).

Lihat bagian 14.1 untuk kontraindikasi umum.

Monografi: 

VAKSIN HEPATITIS B (Komponen Tunggal)

Indikasi: 

imunisasi terhadap infeksi yang disebabkan semua subtipe virus Hepatitis B.

Peringatan: 

pemberian vaksin harus ditunda pada pasien demam; manfaat vaksin ini harus dipertimbangkan dibandingkan risikonya pada pasien penderita multiple sclerosis karena dapat memperburuk gejala; vaksin tidak dapat memberikan proteksi pada pasien hepatitis B yang laten atau progresif; tidak dapat diberikan di daerah bokong dan secara intravena; dapat diberikan pada wanita hamil jika benar-benar dibutuhkan karena efeknya pada perkembangan janin belum pernah diuji; efek pada bayi yang menyusui belum pernah diuji pada uji klinik.

Kontraindikasi: 

hipersensitivitas terhadap komponen vaksin.

Efek Samping: 

reaksi lokal: eritema, sakit, bengkak yang hilang dalam 2 hari.

Dosis: 

diberikan 3 dosis (dewasa 1 mL, anak 0.5 mL) pada bulan ke 0, 1 dan 6. Booster dapat diberikan setiap 5 tahun. Dapat juga digunakan alternatif jadwal untuk wisatawan, bayi yang terinfeksi dari ibunya, dan mereka yang terpapar virus, yaitu bulan ke 0,1,2 dan booster pada bulan ke 12. Dosis tambahan mungkin dibutuhkan oleh pasien hemodialisis dan imunodefisiensi karena titer proteksi mungkin tidak tercapai dengan pemberian dosis primer.