VAKSIN HEPATITIS A

Vaksin hepatitis A dibuat dari virus hepatitis A yang dikembangbiakan dalam sel diploid manusia dan diinaktivasi dengan formaldehid.

Imunisasi dianjurkan untuk: staf laboratorium yang bekerja langsung dengan virus; individu yang bekerja dengan primata; staf dan penghuni rumah sakit cacat mental; pekerja yang memiliki risiko terpapar limbah yang tidak diproses; pasien hemofilia yang diobati dengan faktor-faktor pembekuan yang berasal dari plasma; wisatawan yang bepergian ke daerah risiko tinggi; individu yang memiliki risiko tinggi karena perilaku seksualnya; pasien dengan penyakit hati yang berat; penyalahgunaan obat suntik.

Imunisasi harus dipertimbangkan untuk: pasien dengan penyakit hati kronis (hepatitis B atau C kronis); pencegahan kasus sekunder pada kontak yang dekat dengan kasus yang telah dikonfirmasi terinfeksi Hepatitis A, dalam jangka waktu 7 hari onset penyakit pada kasus primer.

Efek samping vaksin hepatitis A, biasanya ringan, termasuk nyeri selintas, eritema, dan indurasi pada tempat penyuntikan. Efek lain yang jarang termasuk demam, malaise, rasa lelah, sakit kepala, mual, diare dan hilangnya selera makan.

Lihat 14.1 untuk kontraindikasi umum.

Monografi: 

VAKSIN HEPATITIS A

Indikasi: 

Profilaksis pre-pemaparan virus hepatitis A pada individu usia 2 tahun atau lebih yang berisiko terkena infeksi, seperti wisatawan ke daerah endemik tinggi hepatitis A, tentara, individu yang tinggal di daerah endemik tinggi, individu dengan aktivitas seksual yang tinggi, pengguna obat suntik terlarang, hemofiliak dan penerima produk darah.

Peringatan: 

imunisasi harus dihentikan jika terjadi reaksi hipersensitivitas; tidak untuk mencegah infeksi akibat virus hepatitis lain; infeksi hepatitis A yang tidak terduga dapat terjadi pada saat imunisasi karena waktu inkubasi virus hepatitis A yang panjang (sekitar 20-50 hari).

Interaksi: 

Tidak ada studi teratogenik pada hewan, tetapi pemberian vaksin pada wanita hamil dan menyusui harus mempertimbangkan risiko dan manfaatnya.

Kontraindikasi: 

hipersensitivitas terhadap seluruh komponen vaksin, imunisasi harus ditunda jika demam atau adanya penyakit akut/kronis.

Efek Samping: 

umumnya ringan dan sementara yaitu reaksi pada tempat penyuntikan (sakit, tenderness, eritema, bengkak, warmth). Juga dilaporkan sakit kepala dan sakit abdomen.

Keterangan: 

Catatan. Suspensi virus hepatitis A (virus hepatitis A strain HM175 yang dikembangbiakkan dalam sel diploid manusia), diinaktivasi dengan formaldehid dan dijerap pada alumunium hidroksida..