VAKSIN HAEMOPHILUS INFLUENZAE TIPE B

Vaksin Hemophilus influenzae tipe b (Hib) diberikan dalam seri 3 dosis dengan interval 1 bulan biasanya bersamaan dengan imunisasi primer anak terhadap difteri, tetanus, pertusis dan vaksin polio yang diinaktivasi (lihat tabel 14.2 Jadwal Imunisasi Anak) untuk bayi di bawah 1 tahun. Anak usia lebih dari 12 bulan yang belum diimunisasi membutuhkan hanya 1 dosis vaksin, tetapi untuk memberikan proteksi menyeluruh terhadap penyakit lain, harus diberikan pula 3 dosis vaksin difteri, tetanus, pertusis (aselular, komponen), poliomielitis (inaktivasi) dan Hib (adsorbsi). Risiko infeksi turun dengan tajam pada anak yang lebih tua oleh karena itu vaksin biasanya tidak dibutuhkan untuk anak di atas usia 10 tahun. Tetapi, vaksin boleh diberikan kepada mereka yang berusia di atas 10 tahun yang diperkirakan memiliki risiko tinggi terhadap penyakit Haemophilus influenza tipe b yang invasif (seperti pasien penyakit sickle cell disease dan mereka yang menerima terapi keganasan). Juga anak tanpa limpa atau dengan gangguan limpa, terlepas dari usia atau interval waktu sejak splenektomi, hanya menerima dosis tunggal vaksin Haemophilus influenza tipe b; mereka yang berusia di bawah 1 tahun harus diberi 3 dosis. Mereka yang mengalami splenektomi atau mengalami gangguan limpa tapi sudah diimunisasi saat bayi, harus menerima dosis booster tunggal Hib setelah usia 1 tahun. Untuk splenektomi yang elektif, vaksin harus diberikan paling sedikit 2 minggu sebelum pembedahan. Efek samping yang dilaporkan meliputi demam, gelisah, menangis yang berkepanjangan, hilang selera makan, muntah, diare; juga dilaporkan reaksi hipersensitivitas, termasuk anafilaksis dan kolaps. Lihat seksi 14.1 untuk kontraindikasi umum.