Dengan Tetanus dan Pertusis (Trivalent)

Monografi: 

DIFTERI, TETANUS, PERTUSIS

Indikasi: 

imunisasi primer terhadap difteri, tetanus dan pertusis untuk anak usia 2 bulan sampai dengan sebelum ulangtahun ke 7. Diberikan juga sebagai booster pada anak yang sebelumnya telah diimunisasi dengan 3 atau 4 dosis DPT(whole cell).

Peringatan: 

pemberian vaksin harus ditunda pada anak yang menderita penyakit demam akut yang parah; diberikan hati-hati pada pasien trombositopenia atau gangguan perdarahan karena perdarahan dapat terjadi setelah penyuntikan intramuskular. Vaksin ini tidak ditujukan pada orang dewasa, dan tidak ada data pemberian vaksin pada kehamilan dan menyusui.

Interaksi: 

pemberian vaksin pada anak yang menerima terapi imunosupresif atau pasien dengan defisiensi kekebalan dapat menyebabkan respons imun yang tidak optimal.

Kontraindikasi: 

hipersensitif terhadap komponen vaksin; riwayat ensefalopati dengan etiologi yang tidak diketahui selama 7 hari setelah pemberian vaksin yang mengandung pertusis.

Efek Samping: 

reaksi pada tempat penyuntikan (sakit, kemerahan, bengkak), demam, menangis lebih dari 3 jam, muntah, diare, kurang nafsu makan, mengantuk.

Dosis: 

3 dosis 0,5 mL, diikuti dengan booster pada usia 2 dan 6 tahun.