14.2 Kekebalan Pasif

Kekebalan yang memberikan perlindungan segera terhadap organisme infektif tertentu dapat diperoleh dengan menyuntikkan sediaan yang terbuat dari plasma individual yang imun dengan kadar antibodi yang memadai terhadap penyakit yang dicari perlindungannya (lihat pada Imunoglobulin, seksi 14.5). Kekebalan pasif ini hanya bertahan selama beberapa minggu; bila perlu, imunisasi pasif dapat diulang.

Antibodi asal manusia biasanya disebut imunoglobulin. Istilah antiserum digunakan untuk antibodi dari hewan. Karena adanya penyakit serum dan reaksi alergi lain yang dapat timbul setelah penyuntikan antiserum, sedapat mungkin terapi ini digantikan oleh imunoglobulin.

TABEL 14.2 JADWAL IMUNUSASI ANAK

 

Tabel 14.3 Jadwal Pemberian Imunisasi Pada Wanita Usia Subur (WUS)
(Pedoman Penyelenggaraan Imunisasi, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 2005)

IMUNISASI

 PEMBERIAN IMUNISASI

SELANG WAKTU PEMBERIAN MINIMAL

 MASA PERLINDUNGAN

 DOSIS

TT WUS

T1

T2

T3

T4

T5

-

4 minggu setelah T1

6 minggu setelah T2

1 tahun setelah T3

1 tahun setelah T4

-

3 tahun

5 tahun

10 tahun

25 tahun

0,5 cc

0,5 cc

0,5 cc

0,5 cc

0,5 cc

Secara teoritis dapat terjadi reaksi setelah penyuntikan imunoglobulin manusia, tetapi reaksi ini sangat jarang dilaporkan.