13.9 Sampo dan Preparat Kulit Kepala Lain

Ketombe dianggap sebagai bentuk ringan dari dermatitis seboroik (lihat juga 13.5.1). Sampo mengandung bahan antimikroba seperti seng pirition (yang tersedia luas) dan selenium sulfid dapat bermanfaat. Sampo yang mengandung ekstrak tar dapat berguna dan juga digunakan pada psoriasis. Sampo ketokonazol dapat digunakan untuk ketombe parah yang menetap atau untuk dermatitis seboroik pada kulit kepala. Kortikosteroid jel dan losion (lihat 13.4) dapat juga digunakan.

Sampo yang mengandung coal tar dan asam salisilat dapat juga berguna. Cream atau salep yang mengandung coal tar dan asam salisilat sangat membantu mengatasi psoriasis pada kepala. Pasien yang tidak memberikan respon terhadap pengobatan ini mungkin perlu dirujuk untuk meniadakan kemungkinan penyakit kulit lain.

Cradle cap pada anak dapat diobati dengan minyak zaitun atau minyak kacang (ground-nut oil, peanut oil) dilanjutkan dengan sampo. Kerja sampo membersihkan minyak dari rambut. Anak pra-pubertas memproduksi minyak lebih sedikit sehingga memerlukan penggunaan sampo dengan frekuensi yang lebih jarang daripada orang dewasa. Minyak dan salep sangat berguna untuk kondisi kulit kepala yang kering dan bersisik. Digunakan pada malam hari dan dicuci pada pagi hari berikutnya. Losion dengan pelarut alkohol jarang digunakan pada anak karena dapat menimbulkan rasa sakit yang menyengat pada kulit terbuka dan uapnya dapat memperburuk asma.

Pada anak kondisi kulit kepala yang bereksim, meradang dan gatal dapat dikurangi dengan penggunaan emolien seperti minyak kelapa atau minyak pinang (minyak kacang tanah: sebaiknya dihindari pada anak di bawah 5 tahun). Pada kondisi yang lebih berat, dapat digunakan kortikosteroid topical (13.4). Sediaan yang mengandung coal tar digunakan untuk kondisi kulit kepala yang bersisik yang umum terjadi pada anak seperti dermatitis seboroik, ketombe (kondisi ringan dari dermatitis seboroik) dan psoriasis (13.5.2). Asam salisilat juga digunakan untuk beberapa sediaan kulit kepala.

Sampo yang mengandung antimikroba seperi selenium sulfida atau ketokonazol digunakan untuk dermatitis seboroik dan ketombe di mana terdapat infeksi jamur dan untuk tinea capitis (penyakit kadas pada kulit kepala, bagian 13.10.2). Infeksi bakteri pada kulit kepala yang biasanya diakibatkan oleh eksim, kutu kepala atau kadas, dapat diatasi dengan sampo yang mengandung antimikroba seperit zink pirition, setrimid atau povidon iodin.

Pada bayi dan neonatus, cradle cap (yang juga merupakan bentuk dari eksim seboroik) dapat diatasi dengan pemijatan pada kulit kepala dengan menggunakan minyak kelapa atau minyak zaitun. Campuran emolien seperti salep emulsifier dapat dioleskan pada kulit yang terkena, satu atau dua kali sehari sebelum mandi dan menggunakan sampo yang ringan.

Lihat juga 13.5 (psoriasis dan eksim) 13.10.4 (lice/kutu) dan 13.10.2 (ringworm/kadas).

Cara penggunaan: sampo umumnya digunakan sekali hingga tiga kali seminggu.

HIRSUTISME.  Hirsutisme disebabkan karena gangguan hormon atau sebagai efek yang tidak diinginkan dari obat seperti minoksidil, kortikosteroid, steroid anabolik, androgen, danazol, dan progesteron.

Ko-siprindiol (13.6.2) efektif untuk mengatasi hirsutisme yang disertai jerawat (misalnya sidrom ovari polisistik). Eflornitin adalah obat antiprotozoa, menghambat enzim ornitin dekarboksilase pada folikel rambut dan pemakaian topikal mengurangi pertumbuhan rambut pada wajah yang tidak diinginkan. Obat ini digunakan terus menerus untuk mencegah rambut tumbuh kembali. Diperlukan penggunaan obat secara terus menerus selama 8 minggu sebelum manfaat pengobatan terlihat. Eflornitin sebaiknya dihentikan bila tidak ada perbaikan setelah 4 bulan pengobatan.