BENZOIL PEROKSIDA DAN ASAM AZALEAT

Benzoil peroksida efektif untuk mengatasi jerawat ringan sampai sedang. Komedo dan luka yang meradang memberikan respon yang baik terhadap benzoil peroksida. Efektifitas salep dengan kadar rendah sama dengan salep kadar tinggi untuk mengurangi radang. Biasanya dimulai dengan kekuatan yang rendah dan dinaikkan secara bertahap. 

Benzoil peroksida mengiritasi kulit terutama pada awal terapi, sisik dan kemerahan sering kali menghilang perlahan dengan diteruskannya pengobatan. Jika jerawat tidak membaik setelah 2 bulan, penggunaan antibakteri topikal harus dipertimbangkan. Asam azaleat mempunyai sifat anti komedonal dan antimikroba. Asam azaleat dapat merupakan alternatif dari benzoil peroksida untuk mengatasi akne komedonal ringan sampai sedang terutama yang di muka. Asam azaleat kadang lebih disukai karena tidak menyebabkan iritasi lokal sebanyak benzil peroksida.

Monografi: 

ASAM AZALEAT

Indikasi: 

akne vulgaris.

Peringatan: 

kehamilan, menyusui; hindarkan kontak dengan mata.

Efek Samping: 

iritasi lokal (kurangi frekuensi atau hentikan penggunaan sementara).

Penggunaan: 

oleskan dua kali sehari pada (kulit sensitif, sekali sehari untuk minggu pertama). Mungkin diperlukan pengobatan yang lama tetapi dianjurkan masa pengobatan tidak boleh lebih dari 6 bulan.

BENZOIL PEROKSIDA

Indikasi: 

akne vulgaris papula pustula yang berat, tidak dibenarkan untuk digunakan pada akne vulgaris ringan.

Peringatan: 

hanya untuk pemakaian luar; hindarkan kontak dengan mata, mulut, dan membran mukosa; dapat melunturkan kain dan rambut; hindarkan pemaparan berlebihan terhadap sinar matahari; jika terjadi iritasi dan bertambah parah hentikan pemakaian dan konsultasikan ke dokter; keamanan dan kemanjuran untuk anak di bawah 12 tahun belum terbukti.

Interaksi: 

produk topikal yang mengandung alkohol seperti aftershave lotion, astringen, kosmetik atau sabun yang sifatnya mengeringkan, shaving cream atau lotion; produk-produk anti jerawat yang mengandung peeling agent seperti resorsinol, asam salisilat, sulfur.

Kontraindikasi: 

hipersensitif terhadap komponen obat.

Efek Samping: 

iritasi kulit (kurangi frekuensi pengunaan atau tunda penggunaan hingga iritasi membaik dan mulai kembali penggunaan dengan penurunan frekuensi).

Dosis: 

oleskan tipis dan merata 1-2 kali sehari pada tempat jerawat, lebih baik setelah cuci muka dengan sabun dan air, awali penggunaan dengan kekuatan yang lebih rendah.