13.5.2 Sediaan untuk Psoriasis

Psoriasis ditandai dengan penebalan epidermis dan bersisik. Biasanya mempengaruhi permukaan ekstensor dan kulit kepala. Untuk kondisi psoriasis ringan, mungkin tidak diperlukan terapi lain selain konseling dan emolien. Guttate psoriasis adalah bentuk psoriasis yang berbeda dan biasanya terjadi pada anak dan orang dewasa muda, seringkali mengikuti infeksi kerongkongan karena streptococcus atau tonsilitis. Biasanya psoriasis dipicu oleh obat seperti litium, klorokuin, dan hidroksiklorokuin, beta bloker, AINS, dan penghambat ACE. Psoriasis baru muncul setelah obat dikonsumsi  selama beberapa minggu atau bulan.

Emolien, selain efeknya terhadap kulit kering, dan pecah-pecah mungkin mempunyai efek antiproliperatif terhadap psoriasis. Emolien biasanya berguna pada psoriasis yang disertai dengan inflamasi dan pada psoriasis dengan plak pada telapak kaki dan telapak tangan, di mana faktor iritan dapat membuat kondisinya menetap. Emolien merupakan bahan tambahan yang berguna pada pengobatan spesifik lain. Pengobatan lain yang lebih spesifik untuk psoriasis dengan plak yang stabil pada permukaan tubuh dan bagian tubuh ekstensor menggunakan derivat vitamin D, coal tar, ditranol. Namun, obat-obat ini dapat mengiritasi kulit dan tidak sesuai untuk psoriasis dengan inflamasi parah; penggunaannya sebaiknya ditunda selama fase inflamasi dari psoriasis. Efikasi dan efek iritasi dari setiap obat bervariasi pada setiap pasien. Jika suatu bahan mengiritasi secara bermakna, penggunaannya sebaiknya dihentikan atau kadarnya dikurangi; jika dapat ditoleransi, efeknya sebaiknya dinilai setelah 4 hingga 6 minggu dan pengobatan dilanjutkan jika efektif.

Psoriasis jenis eritrodermik atau pustular umum yang tidak stabil dan menyebar memerlukan penilaian dokter spesialis. Pengobatan awal dengan topikal dibatasi pada penggunaan emolien secara sering dan dalam jumlah yang banyak; emolien sebaiknya diresepkan dalam jumlah 1 kg atau lebih. Psoriasis lokal akut atau psoriasis dengan inflamasi subakut dengan lesi yang gatal, panas, dan menyebar, sebaiknya diobati secara topikal dengan emolien atau kortikosteroid potensi sedang.

Kalsipotriol dan takalsitol adalah derivat vitamin D yang mempengaruhi pembelahan dan diferensiasi sel. Kalsitriol adalah bentuk aktif dari vitamin D. Vitamin D dan derivatnya tidak berbau dan berwarna dan mungkin dapat lebih diterima daripada produk tar atau ditranol. Diantara derivat vitamin D, takalsitol dan kalsitriol adalah yang bersifat kurang mengiritasi.

Coal tar memiliki sifat-sifat antiradang dan antisisik yang bermanfaat pada psoriasis plak kronik. Coal tar kasar adalah bentuk yang paling efektif, biasanya pada kadar 1 hingga 10% dalam basis parafin halus, namun hanya sedikit pasien yang dapat mentoleransi bau dan penampilan sediaan. Tersedia ekstrak coal tar yang lebih bersih dalam sediaan yang sesuai, dan lebih mudah digunakan untuk penggunaan sendiri di rumah namun kurang efektif dan penyembuhan gejala memerlukan waktu yang lebih lama. Kontak antara sediaan coal tar dengan kulit normal biasanya tidak berbahaya dan dapat digunakan untuk lesi kecil yang menyebar; bagaimanapun, iritasi, kontak alergi, dan folikulitis dapat muncul. Ekstrak tar yang lebih ringan dapat digunakan pada wajah dan daerah lipatan. Sediaan sabun mandi dan sampo yang mengandung tar juga dapat bermanfaat.

Dithranol efektif untuk psoriasis dengan plak kronik. Kerugian utamanya adalah sifat iritan (di mana kerentanan individu sangat bervariasi) dan menyebabkan pewarnaan pada kulit dan pakaian. Sediaan hanya boleh dioleskan pada plak kronik pada bagian tubuh ekstensor secara hati-hati dan hindarkan dari kulit normal. Dithranol biasanya tidak sesuai untuk lesi kecil yang menyebar maupun digunakan pada daerah lipatan atau pada wajah. Pengobatan sebaiknya diawali dengan sediaan kadar rendah seperti dithranol 0,1% dan kekuatannya ditingkatkan secara bertahap setiap beberapa hari hingga 3%, tergantung pada toleransi. Setelah dioleskan biasanya dicuci setelah 5 hingga 60 menit (jadi kontak singkat). Perawat yang sudah terbiasa dapat mengoleskan pasta dithranol yang ditutupi dengan perban stokinette dan biasanya dibiarkan semalaman. Pemakaian dithranol sebaiknya dihentikan jika mengakibatkan inflamasi akut, meskipun pada kadar rendah, karena jika penggunaan diteruskan dapat mengakibatkan psoriasis menjadi tidak stabil. Ketika mengoleskan dithranol, tangan sebaiknya dilindungi dengan sarung tangan atau tangan sebaiknya dicuci bersih setelah pemakaian. 

Kortikosteroid topikal biasanya tidak sesuai untuk pengobatan tunggal dari plak psoriasis kronik; perbaikan hanya terjadi pada awal pemberian obat dan terdapat risiko perburukan kondisi atau menyebabkan munculnya psoriasis jenis tidak stabil (seperti psoriasis eritrodermik atau psoriasis pustular umum). Bagaimanapun, kortikosteroid topikal mungkin sesuai untuk mengobati psoriasis pada lokasi spesifik seperti pada wajah dan daerah lipatan dengan menggunakan kortikosteroid ringan, dan psoriasis pada kulit kepala, tangan dan kaki dengan menggunakan kortikosteroid kuat. Kombinasi kortikosteroid dengan pengobatan topikal spesifik lainnya dapat bermanfaat pada psoriasis plak kronis; dapat digunakan secara terpisah pada waktu yang berbeda atau digunakan bersamaan pada formulasi tunggal. Eksim yang menyertai psoriasis dapat diobati dengan kortikosteroid atau coal tar, atau keduanya.

Psoriasis kulit kepala biasanya bersisik, dapat tebal dan menetap. Keadaan ini dapat diatasi dengan pengolesan salep, krim emolien atau minyak dan biasanya dikombinasi dengan asam salisilat sebagai keratolitik. Beberapa sediaan yang diresepkan untuk psoriasis yang memberikan efek adalah kombinasi asam salisilat dengan coal tar atau sulfur. Sediaan yang mengandung asam salisilat, sulfur, dan coal tar tersedia dalam beberapa produk. Produk ini sebaiknya dioleskan secara merata dan sebaiknya diresepkan dalam jumlah yang cukup. Sediaan ini sebaiknya dibiarkan setidaknya selama satu jam, biasanya semalaman, sebelum dibilas. Jika diperlukan losion atau gel kortikosteroid (misalnya karena gatal), dapat digunakan pada pagi harinya.

FOTOTERAPI. Radiasi ultraviolet B (UVB) biasanya efektif terhadap psoriasis kronis stabil, dan terhadap guttae psoriasis. Radiasi UVB ini dapat dipertimbangkan untuk pasien dengan psoriasis sedang hingga parah, di mana pengobatan topikal telah gagal, tetapi radiasi dapat menyebabkan iritasi pada psoriasis dengan inflamasi. Fotokemoterapi merupakan kombinasi fotokemoterapi ultraviolet A gelombang panjang dengan psoralen (PUVA). Psoralen, yang meningkatkan efek irradiasi, dapat dikonsumsi melalui mulut atau secara topikal. PUVA efektif pada kebanyakan jenis psoriasis, termasuk jenis psoriasis tidak stabil dan psoriasis pustular palmoplantar lokal. Efek samping awal termasuk fototoksisitas dan pruritus. Dosis kumulatif yang lebih besar memperburuk tanda-tanda penuaan pada kulit, peningkatan risiko displastik dan lesi neoplastik kulit terutama kanker skuamosa dan risiko katarak (secara teori). Kombinasi fototerapi dengan coal tar, dithranol, vitamin D atau analog vitamin D dapat menurunkan dosis kumulatif dari fototerapi untuk pengobatan psoriasis.

PENGOBATAN SISTEMIK. Pengobatan sistemik diperlukan untuk jenis psoriasis yang parah, resisten, dan tidak stabil, atau psoriasis komplikasi, dan pengobatan ini sebaiknya dimulai hanya di bawah pengawasan dokter spesialis. Obat psoriasis sistemik ini termasuk asitretin dan obat-obatan yang bekerja pada sistem kekebalan tubuh (seperti siklosporin, hidroksikarbamid, dan metotreksat). Kortiko-steroid sistemik jarang digunakan pada psoriasis karena perburukan kembali dapat terjadi pada penurunan dosis.

Sediaan topikal untuk psoriasis
Vitamin D dan analog vitamin D
Kalsipotriol, kalsitriol, dan takalsitol biasa digunakan untuk pengobatan plak psoriasis. Penggunaannya sebaiknya dihindari pada pasien dengan kelainan metabolisme kalium dan digunakan dengan hati-hati pada psoriasis eksfoliatif eritrodermik atau pustular yang tergeneralisasi (peningkatan risiko hiperkalsemia). Reaksi kulit lokal (gatal, eritema, rasa terbakar, paraestesia, dan dermatitis) biasa terjadi. Tangan sebaiknya dicuci dengan baik setelah penggunaan untuk menghindari perpindahan ke lokasi tubuh yang lain. Perburukan dari psoriasis juga dilaporkan.

Monografi: 

KALSIPOTRIOL

Indikasi: 

psoriasis vulgaris.

Peringatan: 

lihat keterangan di atas; kehamilan (lampiran 2); hindarkan penggunaan pada wajah; jika digunakan bersamaan dengan pengobatan UV, oleskan paling tidak 2 jam sebelum pemaparan UV.

Kontraindikasi: 

lihat keterangan di atas.

Efek Samping: 

lihat keterangan di atas; juga fotosensitivitas; jarang dermatitis wajah atau perioral, atropi kulit; yang paling sering terjadi adalah pruritis, reaksi lokal bersifat sementara, dermatitis, eritema, memperburuk psoriasis.

Penggunaan: 

krim atau salep, oleskan sekali atau dua kali sehari; maksimal 100 g seminggu; anak di atas 6 tahun, oleskan dua kali sehari; 6-12 tahun maksimal 50 g seminggu; di atas 12 tahun maksimal 75 g seminggu.