13.4 Kortikosteroid Topikal

Kortikosteroid topikal dipakai untuk mengobati radang kulit yang bukan disebabkan oleh infeksi, khususnya penyakit eksim, dermatitis kontak, gigitan serangga dan eksim skabies bersama-sama dengan obat skabies. Kortikosteroid menekan berbagai komponen reaksi pada saat digunakan saja; kortikosteroid sama sekali tidak menyembuhkan, dan bila pengobatan dihentikan kondisi semula mungkin muncul kembali. Obat-obat ini diindikasikan untuk menghilangkan gejala dan penekanan tanda-tanda penyakit bila cara lain seperti pemberian emolien tidak efektif.

Kortikosteroid topikal tidak berguna dalam pengobatan urtikaria dan dikontraindikasikan untuk rosasea dan kondisi ulseratif, karena kortikosteroid memperburuk keadaan. Kortikosteroid tidak boleh digunakan untuk sembarang gatal dan tidak direkomendasikan untuk akne vulgaris.

Kortikosteroid sistemik atau topikal yang kuat sebaiknya dihindari atau diberikan pada psoriasis hanya di bawah pengawasan dokter spesialis karena walaupun obat ini dapat menekan psoriasis dalam jangka pendek, bisa timbul kekambuhan karena penghentian obat bahkan kadang memicu psoriasis pustuler yang hebat. Pemakaian topikal kortikosteroid yang kuat pada psoriasis yang luas dapat menimbulkan efek samping sistemik dan lokal. Cukup meresepkan kortikosteroid yang lebih lemah untuk jangka waktu singkat (2-4 minggu) untuk psoriasis fleksural dan wajah (penting: pada wajah jangan gunakan yang lebih kuat dari hidrokortison 1%). Pada kasus psoriasis kulit kepala boleh menggunakan kortikosteroid yang lebih kuat seperti betametason atau fluosinonid.

Secara umum kortikosteroid topikal yang paling kuat hanya dicadangkan untuk dermatosis yang sukar diatasi seperti diskoid kronis lupus eritematosus, lichen simplex chronicus, hypertrophic lichen planus dan palmoplantar pustulosis. Kortikosteroid yang kuat tidak boleh digunakan pada wajah dan fleksur kulit, tetapi kadang-kadang pada keadaan tertentu dokter spesialis meresepkannya untuk daerah tersebut dengan pengawasan khusus. Bila pengobatan topikal gagal, injeksi kortikosteroid intralesi khusus digunakan hanya pada kasus-kasus tertentu saja dengan lesi setempat (seperti parut keloid, lichen planus hypertrofik atau alopecia localised areata)

LESI PERIORAL. Krim hidrokortison 1% dapat digunakan dalam waktu tidak lebih dari 7 hari untuk mengatasi lesi radang yang tidak terinfeksi pada bibir dan kulit disekitar mulut. Salep atau krim hidrokortison dan mikonazol bermanfaat pada inflamasi yang disertai infeksi oleh organisme yang peka, terutama pada awal pengobatan (sampai sekitar 7 hari) misalnya pada keilitis angular. Organisme yang rentan terhadap mikonazol adalah Candida spp, dan beberapa bakteri Gram positif termasuk strepkokus dan stapilokokus.

PEMAKAIAN PADA ANAK. Anak-anak khususnya bayi sangat rentan terhadap efek samping. Namun, jangan karena profil keamanan kortikosteroid topikal, maka anak-anak menjadi tidak diobati. Tujuannya adalah untuk mengatasi kondisi sebaik mungkin; pengobatan yang tidak memadai akan memperparah kondisi. Kortikosteroid lemah seperti salep atau krim hidrokortison 1% bermanfaat untuk mengobati ruam popok dan untuk eksim atopik pada masa kanak-kanak. Kortikosteroid sedang sampai kuat cocok untuk eksim atopik parah pada anggota badan, digunakan hanya 1-2 minggu, bila kondisi membaik ganti ke sediaan yang kurang kuat. Pada keadaan kambuhan akut eksim atopik cocok menggunakan sediaan kortikosteroid kuat dalam jangka pendek untuk mengendalikan kondisi penyakit. Penggunaan harian terus menerus tidak dianjurkan meskipun kortikosteroid ringan seperti hidrokortison 1% sebanding dengan betametason 0,1% yang digunakan sesekali. Untuk bayi di bawah 1 tahun, hidrokortison merupakan satu-satunya kortikosteroid yang direkomendasikan penggunaannya. Kortikosteroid lain dengan potensi lebih kuat dikontraindikasikan. Untuk anak usia di atas 1 tahun, kortikosteroid topikal dengan potensi kuat dan kuat-sedang sebaiknya digunakan dengan sangat hati-hati dan hanya digunakan dalam jangka pendek (1-2 minggu). Kortikosteroid yang sangat poten hanya dapat digunakan berdasarkan konsultasi dengan dokter spesialis kulit. Kortikosteroid topikal untuk anak dapat digunakan pada kondisi berikut:

  • Gigitan dan sengatan serangga: kortikosteroid dengan potensi ringan seperti krim hidrokortison 1 %.
  • Ruam kulit yang disertai inflamasi berat akibat penggunaan popok pada bayi di atas 1 bulan: kortikosteroid dengan potensi ringan seperti hidrokortison 0,5 atau 1% selama 5-7 hari (dikombinasikan dengan antimikroba jika terjadi infeksi).
  • Eksim ringan hingga sedang, flexural dan eksim wajah atau psoriasis: kortikosteroid ringan seperti hidrokortison 1%.
  • Eksim berat di sekitar badan dan lengan pada anak usia di atas 1 tahun: kortikosteroid dengan potensi kuat atau kuat; sedang selama hanya 1-2 minggu; segera ganti ke sediaan dengan potensi lebih ringan pada saat kondisi membaik.
  • Eksim di sekitar area kulit yang mengeras (misal: telapak kaki): kortikosteroid topikal dengan potensi kuat dalam kombinasi dengan urea atau asama salisilat (untuk meningkatkan penetrasi kortikosteroid).

PILIHAN FORMULASI. Krim larut air untuk lesi yang lembab atau eksudatif dan salep umumnya dipilih untuk lesi yang kering, lichenified atau bersisik atau bila efek oklusif diperlukan. Losion mungkin berguna bila aplikasi minimal dibutuhkan untuk daerah yang luas atau untuk pengobatan luka eksudatif. Perban oklusif polythene meningkatkan absorpsi, tetapi juga meningkatkan efek samping. Oleh karena itu dipakai hanya di bawah pengawasan dalam jangka waktu pendek untuk daerah kulit yang sangat tebal (seperti telapak tangan dan kaki). Penambahan urea atau asam salisilat meningkatkan penetrasi dari kortikosteroid. 

KEKUATAN KORTIKOSTEROID  TOPIKAL

Potensi Contoh
Ringan Hidrokortison 1%
Kuat-sedang Klobetason butirat 0.05%
Kuat Betametason 0,1% (sebagai valerat)
  Hidrokortison butirat
Sangat Kuat Klobetasol propionat 0,05%

Sediaan yang mengandung kortikosteroid paling ringan dengan dosis efektif terendah merupakan salah satu pilihan. Sedapat mungkin pengenceran harus dihindari.

Peringatan: hindari penggunaan jangka panjang kortikosteroid topikal pada wajah karena dapat meninggalkan bekas yang tidak hilang (dan hindarkan dari mata). Pada anak-anak hindari penggunaan jangka panjang dan penggunaan kortikosteroid kuat atau sangat kuat harus di bawah pengawasan dokter spesialis. Peringatan keras juga ditujukan pada dermatosis pada bayi termasuk ruam popok, pengobatan sebaiknya dibatasi 5-7 hari. PSORIASIS. Penggunaan kortikosteroid kuat dan sangat kuat pada psoriasis dapat menyebabkan penyakit muncul lagi, timbulnya psoriasis pustular yang merata dan toksisitas lokal dan sistemik.

Kontraindikasi: lesi kulit akibat bakteri, jamur atau virus yang tidak diobati; rosasea (jerawat rosasea) dan perioral dermatitis; kortikosteroid kuat dikontraindikasikan untuk plak psoriasis dengan sebaran yang luas.

Efek samping: berbeda dengan golongan yang kuat dan sangat kuat, kelompok kortikosteroid sedang dan lemah jarang menyebabkan efek samping. Semakin kuat sediaannya, semakin perlu untuk berhati-hati, karena absorpsi dari kulit dapat menyebabkan penekanan adrenal dan Cushing syndrome (lihat 8.3.2) tergantung dari daerah tubuh yang diobati dan lamanya pengobatan. Perlu diingat bahwa absorpsi terbanyak terjadi dari kulit yang tipis, permukaan kasar serta  daerah lipatan kulit dan absorpsi ditingkatkan oleh adanya oklusi.

Efek samping lokal meliputi:

  • Penyebaran dan perburukan infeksi yang tidak diobati;
  • Penipisan kulit yang belum tentu pulih setelah pengobatan dihentikan karena struktur asli mungkin tak akan kembali;
  • Striae atrofis yang menetap;
  • Dermatitis kontak;
  • Dermatitis perioral;
  • Jerawat, perburukan jerawat atau rosasea;
  • Depigmentasi ringan; yang mungkin hanya sementara tetapi bisa menetap sebagai bercak-bercak putih;
  • Hipertrikosis.

Untuk meminimalkan efek samping kortikosteroid topikal, pemakaian sediaan ini hendaknya dioleskan secara tipis saja pada daerah yang akan diobati dan gunakan kortikosteroid yang paling kecil kekuatannya tapi efektif.

Frekuensi aplikasi: Sediaan kortikosteroid sebaiknya diberikan sekali atau dua kali sehari saja. Tidak perlu mengoleskan obat ini lebih sering. Kortikosteroid topikal diratakan secara tipis pada kulit. Panjang/banyaknya salep/krim yang dikeluarkan dari tube dapat digunakan untuk menentukan banyaknya obat yang dioleskan pada kulit. Berikut ini adalah besar kemasan sediaan kortikosteroid yang tepat untuk peresepan bagi daerah tubuh tertentu.

Bagian tubuh Krim dan Salep
Wajah dan leher 15 hingga 30 g
Tangan 15 hingga 30 g
Kulit kepala 15 hingga 30 g
Lengan 30 hingga 60 g
Kaki 100 g
Badan 100 g
Selangkangan dan alat kelamin 15 hingga 30 g

Jumlah ini biasanya cocok untuk dewasa dengan penggunaan dua kali sehari selama seminggu. Mencampur sediaan topikal pada kulit se-dapat mungkin sebaiknya dihindari, sekurang-kurangnya sebaiknya berselang 30 menit antara pemakaian sediaan yang berbeda. Penggunaan emolien sesaat sebelum pemakaian kortikosteroid adalah tidak tepat.

Monografi: 

ALKLOMETASON DIPROPIONAT

Indikasi: 

kelainan radang kulit seperti eksim.

Peringatan: 

lihat Hidrokortison dan keterangan di atas.

Kontraindikasi: 

lihat Hidrokortison dan keterangan di atas.

Efek Samping: 

lihat Hidrokortison dan keterangan di atas.

Penggunaan: 

dioleskan tipis 1 - 2 kali sehari.

BEKLOMETASON DIPROPIONAT

Indikasi: 

kelainan radang kulit yang berat seperti eksim yang tidak memberi respons pada kortikosteroid yang kurang kuat; psoriasis, lihat keterangan di atas.

Peringatan: 

lihat hidrokortison dan keterangan di atas.

Kontraindikasi: 

lihat hidrokortison dan keterangan di atas.

Efek Samping: 

lihat hidrokortison dan keterangan di atas.

Penggunaan: 

dioleskan tipis 1-2 kali sehari.

BETAMETASON DIPROPIONAT

Indikasi: 

psoriasis, lihat keterangan di atas.

Peringatan: 

lihat pada hidrokortison dan keterangan di atas. Pemberian lebih dari 100 g per minggu dari sediaan 0,1% menimbulkan penekanan adrenal.

Kontraindikasi: 

lihat pada hidrokortison dan keterangan di atas.

Efek Samping: 

lihat pada hidrokortison dan keterangan di atas.

Penggunaan: 

dioleskan tipis 1-2 kali sehari.

DESOKSIMETASON

Indikasi: 

Radang akut yang berat, kelainan kulit alergis dan kronis; psoriasis, lihat keterangan di atas.

Peringatan: 

lihat Hidrokortison dan keterangan di atas.

Kontraindikasi: 

lihat Hidrokortison dan keterangan di atas.

Efek Samping: 

lihat Hidrokortison dan keterangan di atas.

Penggunaan: 

dioleskan tipis 1-2 kali sehari.

DIFLUKORTOLON VALERAT

Indikasi: 

radang kulit yang hebat seperti eksim yang tidak menunjukkan respons dengan kortikosteroid kurang kuat, kekuatan tinggi (0,3%) pengobatan jangka pendek untuk eksaserbasi yang hebat; psoriasis, lihat keterangan di atas.

Peringatan: 

lihat Hidrokortison dan keterangan di atas; tidak lebih dari 60 g dari sediaan 0.3% dioleskan per minggu.

Kontraindikasi: 

lihat Hidrokortison dan keterangan di atas.

Efek Samping: 

lihat Hidrokortison dan keterangan di atas.

Penggunaan: 

oleskan tipis 1-2 kali sehari hingga 4 minggu (sediaan 0,1%) atau 2 minggu (sediaan 0,3%), kurangi kekuatan menurut respon.

ESTER BETAMETASON

Indikasi: 

kelainan radang kulit yang berat seperti eksim tidak menunjukkan respons pada kortikosteroid yang kurang kuat; psoriasis, lihat keterangan di atas.

Peringatan: 

lihat pada hidrokortison dan keterangan di atas. Pemberian lebih dari 100 g per minggu dari sediaan 0,1% menimbulkan penekanan adrenal.

Kontraindikasi: 

lihat pada hidrokortison dan keterangan di atas.

Efek Samping: 

lihat pada hidrokortison dan keterangan di atas.

Penggunaan: 

dioleskan tipis 1-2 kali sehari.

FLUOKORTOLON

Indikasi: 

kelainan radang kulit yang berat seperti eksim yang tidak menunjukan respons terhadap kortikosteroid yang kurang kuat; psoriasis, lihat keterangan di atas.

Peringatan: 

lihat pada Hidrokortison dan keterangan di atas.

Kontraindikasi: 

lihat pada Hidrokortison dan keterangan di atas.

Efek Samping: 

lihat pada Hidrokortison dan keterangan di atas.

Penggunaan: 

dioleskan tipis 1-2 kali sehari, kurangi kekuatan sesuai dengan respon.

FLUOSINOLON ASETONID

Indikasi: 

kelainan radang kulit seperti eksim, psoriasis, lihat keterangan di atas.

Peringatan: 

lihat hidrokortison dan keterangan di atas.

Kontraindikasi: 

lihat hidrokortison dan keterangan di atas.

Efek Samping: 

lihat hidrokortison dan keterangan di atas.

Penggunaan: 

dioleskan tipis 1-2 kali sehari, kurangi kekuatan sesuai respon.

FLUTIKASON PROPIONAT

Indikasi: 

kelainan radang kulit seperti dermatitis dan eksim, yang tidak menunjukkan respon terhadap kortikosteroid yang kurang kuat.

Peringatan: 

lihat Hidrokortison dan keterangan di atas.

Kontraindikasi: 

lihat Hidrokortison dan keterangan di atas.

Efek Samping: 

lihat Hidrokortison dan keterangan di atas.

Penggunaan: 

oleskan tipis krim 1 kali sehari atau salep 2 kali sehari.

HALSINONID

Indikasi: 

pengobatan jangka pendek hanya untuk kelainan radang kulit yang resisten seperti eksim yang membandel tidak menunjukkan respons terhadap kortikosteroid yang kurang kuat; psoriasis, lihat keterangan di atas.

Peringatan: 

lihat Hidrokortison dan keterangan di atas.

Kontraindikasi: 

lihat Hidrokortison dan keterangan di atas.

Efek Samping: 

lihat Hidrokortison dan keterangan di atas.

Penggunaan: 

oleskan tipis 1-2 kali sehari.

HIDROKORTISON

Indikasi: 

radang kulit ringan seperti eksim, ruam popok, lihat keterangan di atas dan 13.3.2.2.

Peringatan: 

lihat keterangan di bawah; juga hindarkan penggunaan jangka panjang pada bayi dan anak-anak (hati-hati pada dermatoses pada bayi termasuk ruam popok yang sedapat mungkin pengobatan harus dibatasi 5-7 hari) hindarkan penggunaan jangka lama pada wajah (dan hindarkan dari mata); kortikosteroid yang lebih kuat tidak boleh diberikan pada bayi di bawah 1 tahun (lihat keterangan di atas).
PSORIASIS. Risiko dari kortikosteroid yang lebih kuat pada psoriasis antara lain kemungkinan kambuhnya, berkembangnya psoriasis pustuler, toksisitas lokal dan sistemik, lihat 13.3.5.2; obat-obat ini secara spesifik dikontraindikasikan dalam wabah psoriasis yang meluas.

Kontraindikasi: 

luka kulit akibat bakteri, jamur atau viral yang tak diobati; rosacea (jerawat rosacea) perioral dermatitis; tidak dianjurkan untuk akne vulgaris (kontraindikasi khususnya untuk kortikosteroid lebih kuat).

Efek Samping: 

lihat keterangan di atas.

Penggunaan: 

dioleskan tipis 1-2 kali sehariBila krim atau salep hidrokortison diresepkan dan tak ada kekuatan disebutkan, harus diberikan kekuatan 1%.

HIDROKORTISON BUTIRAT

Indikasi: 

kelainan radang kulit yang hebat seperti eksim tidak menunjukkan respons pada kortikosteroid yang kurang kuat; psoriasis, lihat keterangan di atas.

Peringatan: 

lihat Hidrokortison dan keterangan di atas.

Kontraindikasi: 

lihat Hidrokortison dan keterangan di atas.

Efek Samping: 

lihat Hidrokortison dan keterangan di atas.

Penggunaan: 

dioleskan tipis 1 - 2 kali sehari.

KLOBETASOL PROPIONAT

Indikasi: 

pengobatan jangka pendek hanya untuk kelainan kulit inflamasi hebat seperti eksim bandel yang tidak responsif terhadap kortikosteroid yang kurang kuat, psoriasis lihat keterangan di atas.

Peringatan: 

lihat Hidrokortison dan keterangan di atas. Tidak lebih dari 50 g sediaan 0,05% dioleskan per minggu.

Kontraindikasi: 

lihat Hidrokortison dan keterangan di atas.

Efek Samping: 

lihat Hidrokortison dan keterangan di atas.

Penggunaan: 

oleskan tipis 1-2 kali sehari hingga paling lama 4 minggu.

MOMETASON FUROAT

Indikasi: 

kelainan radang kulit yang berat seperti eksim yang tidak menunjukkan respons terhadap kortikosteroid; psoriasis, lihat keterangan di atas.

Peringatan: 

lihat keterangan di atas.

Kontraindikasi: 

lihat keterangan di atas.

Efek Samping: 

lihat keterangan di atas.

Penggunaan: 

oleskan tipis, sekali sehari (untuk lotion pada kulit kepala).

TRIAMSINOLON ASETONID

Indikasi: 

kelainan radang kulit yang hebat seperti eksim yang tidak menunjukkan respons terhadap kortikosteroid yang kurang kuat; psoriasis, lihat keterangan di atas.

Peringatan: 

lihat Hidrokortison dan keterangan di atas.

Kontraindikasi: 

lihat Hidrokortison dan keterangan di atas.

Efek Samping: 

lihat Hidrokortison dan keterangan di atas.

Penggunaan: 

oleskan tipis 1-2 kali sehari.